<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592</id><updated>2012-02-17T14:15:56.001+07:00</updated><category term='KISAH BERMAKNA'/><category term='PROSES KATEKESE'/><category term='KATEKESE'/><category term='ARTIKEL'/><title type='text'>KRISTIANITAS</title><subtitle type='html'>Gambaran Kehidupan Jemaat Kristiani</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-1767496303328663705</id><published>2010-10-03T00:39:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T00:39:37.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Gembel Paling Keren</title><content type='html'>Setahun lalu, Cheng Guorong (34) bukan siapa-siapa. Dia hanya gelandangan yang tiap hari menjelajahi jalanan Ningbo, sebuah kota di timur China untuk mencari makanan atau mengais sampah -- mencari  botol plastik dan puntung rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski 'gembel', Cheng tampil penuh gaya. Dengan rambut kusut, jenggot tipis -- dia sering tampil memakai mantel kulit sintetis dan potongan kain warna terang yang dijalin sebagai ikat pinggang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;Lain hari, Cheng mengenakan kaos hitam, dipadu kalung rantai, ditambah pita di rambutnya -- gaya yang bisa membuat orang menoleh kagum, atau setidaknya tersenyum geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hidup Cheng berubah dramatis setelah seorang fotografer amatir mengunggah foto-fotonya di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejap, tulang pipinya yang menonjol dan pakaian ala 'bohemian' yang dikenakannya menarik hati sekelompok pengguna dunia maya yang memplokamirkan diri sebagai fansnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheng jadi fenomena. Dia lantas dijuluki 'Gelandangan China Terseksi' atau disebut dengan julukan 'Brother Sharp' -- yang berkaitan dengan penampilannya yang menarik dan pakaian yang keren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sialan, pria ini ganteng. Lihat kerutan di keningnya. Tak ada yang perlu diragukan, pria ini sangat seksi," kata salah satu dari ribuan penggemarnya di laman Tianya -- sebuah forum internet di China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheng kali pertama menginjakkan kaki di Ningbo pada 1996 untuk mencari pekerjaan. Awalnya dia sukses dalam karirnya, dan mempu mengirim uang untuk istri dan dua anak lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prahara dialami Cheng ketika uang simpanannya dirampok, dia dikeluarkan dari  pekerjaannya, dan harus hidup di jalanan. Malu karena tak mampu menghidupi anak-anaknya, Cheng tidak menghubungi keluarganya selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilang kontak dengan Cheng, keluarganya sempat mengira dia tewas, sampai mereka melihat fotonya di internet Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat akhirnya kembali ke rumah, kabar duka menerpa Cheng, ayah  dan istrinya tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para fans-nya tak menutup mata. Mereka menyumbangkan uang sebesar 100.000 yuan atau sekitar Rp134 juta untuk membantu Cheng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, tawaran tampil di iklan, juga jadi model catwalk di Foshan mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, seorang produser film China, Deng Jianguo mengumumkan akan membuat film yang terinspirasi kisah hidup Cheng. Proses syutingnya akan dimulai September mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah kisah yang sedih, namun berakhir dengan kebahagiaan, sebuah reuni keluarga," kata salah satu keluarga Cheng, seperti dimuat laman Telegraph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktor populer Hong Kong, Carl Ng direncanakan akan memerankan Cheng, meski dia dianggap 'terlalu tinggi'. Skrenario film ditulis sepupu Cheng. Film ini akan dirilis di bioskop-bioskop Tahun Baru China mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana nasib Cheng? Kini dia kembali tinggal di kampung halamannya, sebuah kota kecil di dekat Nanchang Provinsi Jiangxi --  sebagai selebriti baru. Namun, pengalamannya lima tahun di jalanan membuatnya jadi pemalu dan jarang bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara pertamanya dengan media asing, sambil merokok, Cheng merasa senang bisa pulang. "Orang-orang bersikap baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Elin Yunita Kristanti&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-1767496303328663705?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/1767496303328663705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=1767496303328663705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/1767496303328663705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/1767496303328663705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/gembel-paling-keren.html' title='Gembel Paling Keren'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-6649934015517438253</id><published>2010-10-03T00:37:00.002+07:00</published><updated>2010-10-03T00:37:48.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Sebuah Pesan Indah</title><content type='html'>Tina, seorang gadis yang baik hati satu kali ingin memberi kejutan pada Nenek Omi yang hidup sendiri. Ia datang membuat sebuah kue yang enak lalu membawanya ke rumah si nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, buat Nenek? Puji Tuhan! Terima kasih, Tina. Nenek sangat suka,"kata nenek waktu menerima kue itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat nenek Omi suka, seminggu kemudian Tina kembali membawa kue yang sama. "Terima kasih,"jawab nenek singkat.&lt;br /&gt;Lebih dari seminggu, komentar Nenek Omi kembali berbeda. "Tumben, kamu telat sehari,"sahutnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Minggu selanjutnya,"kuemu agak kemanisan. Nenek lebih suka rasa buah daripada coklat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sibuk, minggu selanjutnya Tina tidak sempat membuat kue, dan ketika ia berangkat kerja dan melewati rumah si nenek, nenek Omi keluar dan berteriak,"Hei Tina, mana kue nenek?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kutipan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saat kita melihat berkat yang sama setiap hari, kita akan tidak memperhatikannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tidak lagi memperhatikan, kita berhenti menghargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tidak menghargai, kita berhenti bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita tidak bersyukur, kita mulai mengeluh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hari ini kamu menangis, bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hari ini kamu disakiti, bersyukurlah karena kamu tahu rasa sakit dan tidak menyakiti orang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hari ini kamu dikecewakan , bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain kecewa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang kamu alami hari ini, tetaplah bersyukur karena kita belajar UNTUK MEMAAFKAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku tak paham maksud Tuhan,&lt;br /&gt;aku memilih... percaya.. :|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku tertekan oleh kekecewaan,&lt;br /&gt;aku memilih.... bersyukur.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat rencana hidupku berantakan,&lt;br /&gt;aku memilih.... berserah..:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat putus asa melingkupiku,&lt;br /&gt;aku memilih.... tetap maju.. :&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ingin mengirimkan message ini&lt;br /&gt;aku memilih.... KAMU,karena kamu sangat spesial di mata Tuhan.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-6649934015517438253?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/6649934015517438253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=6649934015517438253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6649934015517438253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6649934015517438253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/sebuah-pesan-indah.html' title='Sebuah Pesan Indah'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-5877036650001719427</id><published>2010-10-03T00:36:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T00:36:03.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Alat Komunikasi</title><content type='html'>Handphone (HP) dan Facebook. Kedua alat komunikasi tersebut praktis sudah menguasai hidup sebagian besar masyarakat. Hampir semua orang memiliki hape dan facebook. Dari presiden dan menteri, gubernur hingga ketua RT, semua tak terpisah dengan hape dan facebook. Para romo dan suster pun tidak ketinggalan. Namun bagi kita yang terpenting adalah bukan soal kita memiliki HP dan Facebook atau tidak, tetapi apakah kita telah menggunakan alat-alat komunikasi tersebut dengan baik atau benar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Komunikasi merupakan kebutuhan hakiki setiap orang. Dengan komunikasi, hidup ini menjadi lebih menarik dan hidup. Gereja memandang bahwa komunikasi sebagai bagian tak terpisahkan dari pewartaan injil. Injil harus dikomunikasikan. Hal itu dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk dan cara atau sarana. Hape, radio, televisi, internet, dan sebagainya adalah sarana komunikasi yang baik dan berguna, apabila digunakan dengan baik. Dan Gereja mendukung hal itu.&lt;br /&gt;Kita menemukan bahwa hanya hati yang damai dan adoratif yang akan mampu menghasilkan komunikasi yang baik dan mendamaikan. Di tengah-tengah orang yang bengis, kasar karena berhati marah dan iri, Stefanus tetap menghadirkan hati yang damai dan adoratif. Damai karena tidak ikut-ikut marah atau membela diri atau menyalahkan orang lain. Sebaliknya stefanus mengampuni dengan mendoakan mereka. Ia juga mempunyai hati yang adoratif karena ia senantiasa berdoa dan bahkan meninggal dalam keadaan doa. Ia menatap langit dan melihat kemuliaan Allah dan Yesus yang berdiri di sisi kanan Allah. Hati damai dan adoratif membuahkan pengampunan, kebaikan, kesejukan dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh merenungkan bahwa semua alat komunikasi mestinya mempersatukan kita dan bukan memecah relasi kita. Yesus berdoa, ”....supaya mereka semua menjadi satu......” Tuhan Yesus menghendaki kita bisa membangun kesatuan, persatuan, kerukunan dalam kehidupan bersama, entah dalam keluarga, komunitas ataupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin permenungan bagi kita adalah apakah yang menjadi dasar dan buah dalam setiap komunikasi hidup kita? Ketika komunikasi itu memunculkan amarah, iri dan terlebih lagi menjauhkan kesatuan hidup kita dalam keluarga dan Allah sendiri, kita perlu mengevaluasi hidup komunikasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi yang sejati adalah komunikasi yang didasari atas kasih, bukan untuk menjatuhkan, bukan untuk memecah belah, bukan untuk menghancurkan. Kalau alat komunikasi tersbut, justru menjadikan kita lupa dan tidak mau mengurus anak istri, itu berarti kita kurang bertanggung jawab. Kalau pada saat misa pun, masih ada bunyi suara hape atau asyik main game di hape, bukankah kita tidak menghadirkan kasih. Kalau kita punya hape, tapi kita pakai untuk menteror atau menggosipkan yang tidak benar, entah menggosipkan teman, atau bahkan romonya, pasti kwalat deh. Heeee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi yang sejati harus sampai pada keterarahan diri kita untuk terus membangun relasi baru dengan Allah. Sebagaimana terungkap dalam doa Yesus. Marilah kita mohon kepada ROh Kudus agar kita mampu menghadirkan komunikasi yang sejati. Semoga melalui berbagai alat komunikasi, kita pun turut ambil bagian dalam pewartaan Injil dan pelayanan Sabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-5877036650001719427?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/5877036650001719427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=5877036650001719427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/5877036650001719427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/5877036650001719427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/alat-komunikasi.html' title='Alat Komunikasi'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-4183647009256962341</id><published>2010-10-03T00:34:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T00:34:23.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Pilih yang Mana?</title><content type='html'>Kita sedikit melihat bahwa orang yang percaya diri biasanya mudah bergaul dengan orang lain. Sedangkan orang sombong biasanya malas didekati oleh siapapun. Pasalnya banyak orang yang bingung sebenarnya posisinya ada dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut perbedaan antara orang sombong dan orang percaya diri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang sombong menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain. Sedangkan orang percaya diri percaya bahwa dirinya memiliki keunikan dan talenta sebagaimana yang dianugerahkan berbeda kepada setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;2. Orang sombong seolah selalu tahu apa yang paling baik untuk orang lain. Sedangkan orang yang percaya diri selalu terbuka tentang pendapatnya terhadap orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang sombong biasanya tajam terhadap orang yang ia lihat sebagai saingan. Orang percaya diri sudah lahir dengan kemampuan untuk bersaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang sombong sulit dan bahkan tidak pernah mengakui kesalahan mereka. Orang percaya diri tidak takut untuk mengaku bahwa ia melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Orang sombong biasanya suka jika orang lain melakukan kesalahan sedang mereka yang percaya diri suka membantu orang menghadapi kesalahan yang mereka buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang sombong biasanya sangat peduli dengan pendapat orang lain terhadap dirinya. Sedangkan orang percaya diri tidak terlalu peduli dengan pendapat orang lain terhadap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang sombong biasanya suka membanggakan dirinya, sedangkan mereka yang percaya diri cenderung diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sombongkah atau percaya dirikah Anda?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-4183647009256962341?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/4183647009256962341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=4183647009256962341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/4183647009256962341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/4183647009256962341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/pilih-yang-mana.html' title='Pilih yang Mana?'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-8965471297582830418</id><published>2010-10-03T00:33:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T00:33:09.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Kesaksian frank slazak</title><content type='html'>Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat. Saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center. Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan&lt;br /&gt;ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?&lt;br /&gt;Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam? Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang, lalu aku teringat kata-kata ayahku, "Semua terjadi karena suatu alasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-8965471297582830418?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/8965471297582830418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=8965471297582830418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/8965471297582830418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/8965471297582830418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/kesaksian-frank-slazak.html' title='Kesaksian frank slazak'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-7380816597267078033</id><published>2010-10-03T00:30:00.002+07:00</published><updated>2010-10-03T00:30:53.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Tujuh Keajaiban Dunia</title><content type='html'>Sekelompok pelajar belajar mengenai "Tujuh Keajaiban Dunia". Pada akhir pelajaran, para pelajar diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini.&lt;br /&gt;Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Piramida Besar di Mesir&lt;br /&gt;2) Taj Mahal&lt;br /&gt;3) Grand Canyon&lt;br /&gt;4) Panama Canal&lt;br /&gt;5) Empire State Building&lt;br /&gt;6) St. Peter's Basilica&lt;br /&gt;7) Tembok China&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya."&lt;br /&gt;Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Bisa menyentuh&lt;br /&gt;2) Bisa mencicip&lt;br /&gt;3) Bisa melihat&lt;br /&gt;4) Bisa mendengar&lt;br /&gt;Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan :&lt;br /&gt;5) Bisa merasakan&lt;br /&gt;6) Bisa tertawa&lt;br /&gt;7) Dan bisa mencintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang kelas tersebut sesaat sunyi seketika! Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban", sementara saat kita melihat dan menikmati semua yang telah Allah lakukan untuk kita, lalu menyebutnya sebagai "biasa-biasa saja"?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-7380816597267078033?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/7380816597267078033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=7380816597267078033' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/7380816597267078033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/7380816597267078033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/tujuh-keajaiban-dunia.html' title='Tujuh Keajaiban Dunia'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-3109676084236988751</id><published>2010-10-03T00:29:00.002+07:00</published><updated>2010-10-03T00:29:28.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Belajar Marah dari Orangtua</title><content type='html'>Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Pentas drama yang meriah, dengan pemain yang semuanya siswa-siswi di sana. Setiap anak mendapat peran, dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas. Di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyemarakkan acara itu. Lakon drama berjalan dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai petani, lengkap dengan cangkul dan topinya, ada juga yang menjadi nelayan, dengan jala yang disampirkan di bahu. Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tepuk tangan dari para orangtua dan guru kerap terdengar, di sisi kiri dan kanan panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Dan itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapat hadiah. Setiap anak tampak berdebar dalam hati, berharap mereka terpilih menjadi pemain drama yang terbaik. Dalam komat-kamit mereka berdoa, supaya Pak Guru akan menyebutkan nama mereka, dan mengundang ke atas panggung untuk menerima hadiah. Para orangtua pun ikut berdoa, membayangkan anak mereka menjadi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama. Ahha... ternyata, anak yang menjadi pak tua pemarah-lah yang menjadi juara. Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku menang...!", begitu ucapnya. Ia pun bergegas menuju panggung, diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan terdengar lagi. Sang orangtua menatap sekeliling, menatap ke seluruh hadirin. Mereka bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Guru menyambut mereka. Sebelum menyerahkan hadiah, ia sedikit bertanya kepada sang "jagoan, "Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini? Kamu pasti rajin mengikuti latihan, tak heran jika kamu terpilih menjadi yang terbaik.." tanya Pak Guru. "Coba kamu ceritakan kepada kami semua, apa yang bisa membuat kamu seperti ini..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak menjawab, "Terima kasih atas hadiahnya Pak. Dan sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya di rumah. Karena, dari Ayah lah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah. Kepada Ayah-lah saya meniru perilaku ini. ! Ayah sering berteriak kepada saya, maka, bukan hal yang sulit untuk menjadi pemarah seperti Ayah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak sang Ayah yang mulai tercenung. Sang anak mulai melanjutkan, "...Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini, jadi peran ini, adalah peran yang mudah buat saya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyap. Usai bibir anak itu terkatup, keadaan tambah senyap. Begitupun kedua orangtua sang anak di atas panggung, mereka tampak tertunduk. Jika sebelumnnya mereka merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan, mereka berdiri sebagai terdakwa, di muka pengadilan. Mereka belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dalam perilaku mereka &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-3109676084236988751?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/3109676084236988751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=3109676084236988751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3109676084236988751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3109676084236988751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/belajar-marah-dari-orangtua.html' title='Belajar Marah dari Orangtua'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-543015853835054842</id><published>2010-10-03T00:27:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T00:27:07.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Rantai Kebaikan</title><content type='html'>Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.&lt;br /&gt;Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri disana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.&lt;br /&gt;Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson ."&lt;br /&gt;Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut usia seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu.. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.&lt;br /&gt;Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.&lt;br /&gt;Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapa pun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.&lt;br /&gt;Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah ditolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.&lt;br /&gt;Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."&lt;br /&gt;Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.&lt;br /&gt;Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.&lt;br /&gt;Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya.&lt;br /&gt;Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .&lt;br /&gt;Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.&lt;br /&gt;Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.&lt;br /&gt;Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"&lt;br /&gt;Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.&lt;br /&gt;Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.&lt;br /&gt;Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Segalanya akan beres. &lt;br /&gt;Aku mengasihimu, Bryan Anderson!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-543015853835054842?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/543015853835054842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=543015853835054842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/543015853835054842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/543015853835054842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/rantai-kebaikan.html' title='Rantai Kebaikan'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-62542831516252102</id><published>2010-10-03T00:23:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T00:23:13.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Damba Domba</title><content type='html'>Aku Mendamba Romo Yang..... [Puisi Romo oleh Arswendo Atmowiloto]*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mendamba Romo yang penuh kasih - bukan yang pilih kasih&lt;br /&gt;aku mendamba Romo yang bajunya kadang kekecilan, kadang kegedean&lt;br /&gt;itu berarti pemberian umat sebagai tanda cinta, tanda hormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mendamba Romo, yang galak tapi sumanak kaku pada dogma,&lt;br /&gt;tapi lucu kala canda yang lebih sering memegang rosario dibandingkan bb warna hijau&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;aku mendamba Romo yang lebih banyak mendengar dibandingkan berujar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mendamba Romo yang menampung air mataku - tanpa ikut menangisi yang mengubah putus asa menjadi harapan yang mengajarkan ritual sekaligus spiritual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duuuuh, damba dan inginku banyak, banyak sekali tapi aku percaya tetap terpenuhi karena Romoku mau dan mampu selalu memberi -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah damba dan doaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romoku eee, masih ada satu lagi sekali mengenakan jubah, jangan berubah jangan pernah mengubah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau godaan mewabah bahkan sampai ada laut terbelah kenakan terus jubahmu itulah khotbah yang hidup agar aku bisa menjamah seperti perempuan Samaria pada Yesus Allah Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mendamba Romo yang menatapku kalem bersuara adem "Berkah Dalem ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) dibacakan saat dialog interaktif, di kompleks Gereja St. Fransiskus Asisi, Tebet,Jakarta, 20 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-62542831516252102?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/62542831516252102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=62542831516252102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/62542831516252102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/62542831516252102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/damba-domba.html' title='Damba Domba'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-1120574411277025401</id><published>2010-10-03T00:20:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T00:20:00.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Kekuatan Sebuah Tekad</title><content type='html'>Gedung sekolah desa yang kecil itu dipanasi oleh perapian batu bara kuno yang berbentuk belanga. Seorang anak laki-laki kecil bertugas untuk hadir pagi-pagi sekali di sekolah untuk menyalakan api serta menghangatkan ruangan sebelum guru dan teman-temannya masuk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;Pada suatu pagi gedung sekolah itu tertelan api. Anak laki-laki itu pingsan dan ia pun ditarik keluar dari bangunan yang terbakar itu, dalam keadaan setengah mati dan bukannya setengah hidup. Ia mengalami luka bakar yang parah di seluruh bagian bawah tubuhnya dan dibawa ke rumah sakit daerah yang terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat tidurnya, si anak laki-laki yang terbakar secara mengerikan itu dalam keadaan setengah sadar sayup-sayup mendengar dokter berbicara kepada ibunya. Dokter memberitahu bahwa anak itu pasti akan mati, yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik, lantaran kebakaran hebat yang meluluhlantakkan bagian bawah tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anak pemberani itu tidak ingin mati. Ia meneguhkan tekadnya untuk tetap bertahan hidup. Entah dengan cara bagaimana, hal yang mencengangkan dokter itu, ia terus hidup. Ketika bahaya maut itu berlalu, ia sekali lagi mendengar dokter dan ibunya berbicara dengan pelan. Ibunya diberitahu bahwa karena kebakaran itu menghancurkan begitu banyak daging di bawah tubuh anak itu, dapat dikatakan bahwa akan lebih baik jika ia mati, karena ia pasti akan lumpuh seumur hidup dan tak dapat memanfaatkan semua anggota tubuh bagian bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi si anak pemberani itu mengeraskan tekadnya. Ia tidak akan lumpuh. Ia akan berjalan. Tetapi celakanya, dari pinggang ke bawah, ia tidak memiliki kemampuan bergerak. Kaki-kakinya yang kurus hanya terjuntai di sana, lengkap namun mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia keluar dari rumah sakit. Lalu setiap hari ibunya memijat kakinya yang kecil itu, namun di sana tidak ada rasa, tidak ada kontrol, tidak ada apa pun. Namun niatnya untuk berjalan tetap sekuat dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-harinya menjemukan. Bila tidak sedang berada di tempat tidur, ia terkurung di kursi roda. Pada suatu hari yang cerah ibunya mendorong kursi rodanya keluar menuju halaman agar ia dapat menghirup udara segar. Hari itu, bukannya duduk terpaku di situ, ia melemparkan diri dari kursi roda. Ia menyeret dirinya sendiri melintasi rerumputan, menarik kedua kakinya di belakang tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyusuri jalannya menuju tiang pancang berwarna putih yang membatasi bidang tanah mereka. Kemudian, sedikit demi sedikit, ia mulai menyeret dirinya sendiri di sepanjang pagar itu, bertekad keras untuk berjalan. Ia mulai melakukan hal ini setiap hari sampai saat ia menggunakan jalan yang mulus di sekeliling halaman di sisi tiang pancang itu. Tak ada hal yang diinginkannya selain menghidupkan kedua kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya melalui pijatan setiap hari, tekad bajanya dan keteguhan hatinya, ia benar-benar mengembangkan kemampuannya untuk berdiri, kemudian untuk berjalan tertatih-tatih, lalu untuk berjalan sendiri, dan kemudian untuk berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai berjalan ke sekolah, kemudian berlari ke sekolah, berlari demi kegembiraan besar yang diperolehnya dari berlari. Kemudian di universitas ia membentuk tim lari. Bahkan selanjutnya di Madison Square Garden pemuda yang diduga tidak bakal hidup itu, yang tidak pernah dapat berharap untuk bisa berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang keras hati ini, Dr. Glenn Cunningham, memecahkan rekor dunia lari untuk jarak 1500 meter.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-1120574411277025401?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/1120574411277025401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=1120574411277025401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/1120574411277025401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/1120574411277025401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/kekuatan-sebuah-tekad.html' title='Kekuatan Sebuah Tekad'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-8449032037205008375</id><published>2010-10-03T00:17:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T00:17:28.578+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Jawaban Tuhan</title><content type='html'>Jawaban Tuhan Positif Untuk Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kamu berkata : Itu tidak mungkin.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Tidak ada hal yang mustahil bagiKu. (Lukas 18:27)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. *Kamu berkata : aku terlalu capai.*&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Aku akan memberikan kelegaan padamu. (Matius 11:28)*&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;3. *Kamu berkata : Tidak ada seorangpun yang mencintai aku.*&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Aku mengasihimu. (Yohanes 3:16 ; Yohanes 13:34)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kamu berkata : Aku tidak bisa meneruskan.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Kasih karuniaKu cukup. (2 Korintus 12:9 ; Mazmur 91 : 15)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. *Kamu berkata : Aku tidak mengerti.*&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Aku akan menuntun langkah-langkahmu. (Amsal 3:5-6)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kamu berkata : Aku tidak bisa melakukannya.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Kamu bisa melakukan semuanya. (Filipi 4:13)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kamu berkata : Ini tidak berharga.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Itu akan berharga. (Roma 8:28)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kamu berkata : Aku tidak bisa memaafkanmu.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Aku memaafkanmu. ( 1Yohanes 1:9 ; Roma 8:1)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kamu berkata : Aku tidak bisa mengatasi.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Aku akan menyediakan kebutuhanmu. (Filipi 4:19)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kamu berkata : Aku takut.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan. (II Timotius&lt;br /&gt;1:7)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kamu berkata : Aku selalu kuatir dan frustasi.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaku. (I Petrus 5:7)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kamu berkata : Aku tidak mempunyai iman yang kuat.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya. (Roma&lt;br /&gt;12:3)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Kamu berkata : Aku tidak pandai.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Aku memberikan padamu hikmat. (I Korintus 1:30)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kamu berkata : Aku merasa sendirian.&lt;br /&gt;*Tuhan berkata : Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. (Ibrani 13:5)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-8449032037205008375?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/8449032037205008375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=8449032037205008375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/8449032037205008375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/8449032037205008375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/jawaban-tuhan.html' title='Jawaban Tuhan'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-2061403395831270543</id><published>2010-10-03T00:14:00.002+07:00</published><updated>2010-10-03T00:14:38.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Pohon Tua</title><content type='html'>Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya,tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya. Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna", begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya,kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pohon pun bersedih. "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku ? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki ?", begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cittt...cericirit...cittt". Ah suara apa itu ? Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. Cittt...cericirit...cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu...dua...tiga...dan empat anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya", begitu seru sang pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering,mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-2061403395831270543?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/2061403395831270543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=2061403395831270543' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2061403395831270543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2061403395831270543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/pohon-tua.html' title='Pohon Tua'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-2372886827429439196</id><published>2010-10-03T00:11:00.001+07:00</published><updated>2010-10-03T00:11:47.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Gadis kecil YuYuan</title><content type='html'>Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut. Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di&lt;br /&gt;sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.&lt;br /&gt;Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”.&lt;br /&gt;Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya&lt;br /&gt;sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela&lt;br /&gt;melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa&lt;br /&gt;menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu&lt;br /&gt;Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan anakku yang tercinta saya&lt;br /&gt;mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di&lt;br /&gt;ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama&lt;br /&gt;kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min&lt;br /&gt;menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu&lt;br /&gt;memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu&lt;br /&gt;Yuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan&lt;br /&gt;diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,……. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa tante,&lt;br /&gt;kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”. Surat&lt;br /&gt;wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di&lt;br /&gt;pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis.&lt;br /&gt;Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit,&lt;br /&gt;kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima&lt;br /&gt;kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak&lt;br /&gt;mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami&lt;br /&gt;diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-2372886827429439196?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/2372886827429439196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=2372886827429439196' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2372886827429439196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2372886827429439196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/gadis-kecil-yuyuan.html' title='Gadis kecil YuYuan'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-6221489023941235501</id><published>2010-10-02T23:50:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T23:50:05.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Benediktus XVI dan John Henry Newman</title><content type='html'>Entah mengapa, di Indonesia tidak terdengar berita-berita mengenai rencana kunjungan Paus Benedictus XVI ke Inggris 16-19 September y2010 ad. Tapi media Eropa dan Inggris rupanya cukup gencar dengan pemberitaan ini. Untuk saya kunjungan itu sendiri menarik atas 2 hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Itulah kunjungan kenegaraan pertama Paus setelah berpisahnya Gereja Inggris dari Roma (abad 16) karena kemauan raja Henry VIII yg ingin berpoligami dan menjadi pemimpin Gereja lepas dari Paus.&lt;br /&gt;2. Kunjungan akan dipuncaki antara lain dengan beatifikasi dari John Henry Newman, yang tadinya seorang pastor Anglikan dan akhirnya beralih ke Katolik dan menjadi kardinal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ad 1. Kita tahu Gereja Inggris mulai terpecah pada jaman Heinrich VIII (1491-1547). Tentang alasan sudah banyak orang tahu: Paus saat itu tidak menganulir perkawinan raja sebelumnya, menyebabkan raja tak dapat menikah lagi. Tapi bukan itu saja, tentu. Sejak saat itu Gereja Inggris terus mencari identitasnya, terlepas dari Roma, mendekati Protestan, tetapi tidak masuk sepenuhnya karena mempunyai tradisi sendiri. Malah mereka, Newman misalnya sebelum menjadi Katolik, menyebut Gereja Anglikan (nama dari Gereja Inggris tadi) sebagai Kompromi yang tepat: Katolik dikritik sebagai sudah terlalu jauh meninggalkan identitas Gereja awal dengan ajaran-ajaran (baru) yagn sesat, dan Protestan dianggap telah membuang banyak kebenaran Gereja asali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sejarah juga berjalan secara khas. Sejak pe&lt;br /&gt;rpecahan itu stigma jelek diberikan kepada Gereja Katolik. Praktis sampai abad lalu Katolik hanya milik para pendatang (dari Irlandia), atau dari kaum yang rendahan saja. Bahkan ada peraturan, siapapun dari kalangan istana yang masuk ke Katolik akan dicabut hak waris kerajaannya dsb. Barulah pda masa dekat-dekat kita ini mulai ada dokter, pegawai-pegawai tinggi yang berasal dari kalangan Katolik sampai akhirnya orang Katolik juga mulai dipandang secara lebih positif. Perpindahan-perpindahan (kepulangan kembali) dari Anglikan ke Katolik mulai lebih sering, termasuk antara lain mantan Perdana Mentri Inggris Toni Blair, meski bukan tanpa kontroversi.&lt;br /&gt;450 tahun kira-kira, sampai akhirnya momen bersejarah hampir tiba: Paus sebagai pemimpin gereja, penerus tahta Petrus diundang oleh Ratu Elisabeth II, yang secara formal adalah pemimpin Gereja Anglikan. Mereka akan bicara bersama mengenai warisan-warisan yang sama yang berguna bagi masa depan. Paus juga akan mengunjungi Primas Rowan Williams di Istana Lambeth London dan akan merayakan ibadat bersama di Abbey Westminster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini memang bernuansa agama: Paus diundang sebagai pemimpin Gereja Katolik. Dan tanggapan pro dan kontra cukup banyak. Dari kalangan yang kontra muncul antara lain keberatan tentang pembiayaan. Banyak orang tidak setuju bahwa kunjungan pemimpin salah satu agama ini dibiayai dengan pajak negara. Tidak heran, menurut perkiraan kunjungan di empat titik itu (Edinburgh, Glasgow, London dan Birmingham ) akan menelan biaya sampai 20 Juta Poundsterling (24 Juta Euro). Perdebatan ini akhirnya bisa diatasi: gereja Katolik di Inggris harus membiayai sebagian besar kunjungan itu.&lt;br /&gt;Protes lain berhubugnan dengan sepak terjang Paus Benediktus XVI selama ini. Jangan lupa ada juga kalangan antikatolik di Inggris yang cukup kuat: Kaum Atheist Intelektual seperti Richard Dawkins (pengarang God's Delusion yang pernah jadi hit di Eropa dan Amerika), Christopher Hitchens, Geoffrey Robinson hidup di sana . Mereka pernah mengancam penangkapan Paus bila ia jadi datang: tuduhannya antara lain menutup-nutupi skandal seksual bawahannya, melawan hak asasi kaum homoseksual karena Katolik anti perkawinan homo, menghalangi pencegahan Aids karena Katolik melarang pemakaian kondom dsb. Ancaman ini toh akhirnya reda juga, setelah negara menunjuk Lord Patten of Barnes sebagai penanggungjawab bagi penyambutan Paus di Inggris. Paus akan diterima sebagai tamu negara dan tamu yang akan sangat dihormati.&lt;br /&gt;Paus akan diminta berbicara tidak hanya di depan umat Katolik dan partner mereka, umat Anglikan, tetapi juga didepan masyarakat Inggris secara umum: para intellektual, para perwakilan universitas, para tokoh budaya dan ekonomi serta perwakilan-perwakilan negara. Pidato itu akan bertempat di Westminster Hall yang bersejarah, dan diharapkan akan memberi sebuah penekanan baru seperti yang dia buat di Regensburg (dengan efek yang mencengangkan dan mengejutkan) dan di Pariser College des Bernardins.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ad. 2. Beatifikasi John Kardinal Henri Newman di Birmingham, juga mempunyai problem sendiri. Tidak seperti biasanya Paus membuat sendiri beatifikasi seseorang. Biasanya beatifikasi diwakilkan kepada seorang Kardinal. Paus mengubah tradisi. Tapi Paus pasti mempunyai alasan sendiri, kalau ia mengambil alih tugas ini. Ia sangat menghormati Henri Newman, juga ketika ia masih menjadi prefek Kongregrasi Iman. Dalam peringatan 100 tahun meninggalnya Newman 20 tahun lalu (1990) Benediktus XVI (Ratzinger waktu itu) menyebut Newman sebagai satu dari antara Guru Besar (Pujangga) Gereja, terutama karena ajarannya tentang perkembangan Dogma Katolik dan pernyataan-pernyataannya tentang suara hati.&lt;br /&gt;Saya rasa Paus akan menyinggung hal ini juga dalam perayaan beatifikasi itu, terutama bagaimana ajaran tradisi yang berlaku melampaui batas-batas waktu bisa dipertanggungjawabkan secara rasional kebenarannya (: itulah sebuah tema yang Paus Benediktus sukai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlepas dari itu, beatifikasi seorang Newman juga mengundang masalah sendiri, terutama karena latarbelakangnya, bahwa Newman eks pendeta penting di Anglikan. Sangat menarik kalau kita mau membuat penelaahan lebih lanjut tentang Newman. Newman sebelum menjadi Katolik adalah seorang pemimpin sebuah aliran yang disebut jalan tengah, pembela Anglikan gigih. Ia menyebut Anglikan sebagai sebuah jenis Kompromi yang tepat, seperti yagn saya terangkan di atas. Tahun 1833, setelah kunjungan ke Roma, ia mendirikan Oxford-Movement, yaitu gerakan Pembaharuhan dalam Gereja Anglikan untuk menggali warisan-warisan Katolik di dalam liturgi, teologi dan struktur Gereja. Pada saat itu ia masih mempunyai komentar negatif terhadap Katolik, katanya: "Komunitas mereka sudah tertular oleh bidaah, kita harus mempertahankan diri dari bidaah itu seperti terhadap wabah pes."&lt;br /&gt;tapi 12 tahun kemudian, 1845,  ia malah masuk Katolik (!!!)... Tentu hal ini menggemparkan sekali. Ia yang seorang pastor Anglikan lulusan Oxford kini pergi ke Roma dan belajar lagi teologi di sana sampai akhirnya 1847 ditahbiskan menjadi imam Gereja Katolik Roma.&lt;br /&gt;Adakah pengalaman Damaskus dalam hidup Newman? Tidak juga: katanya sendiri: "Bapa-bapa Gereja telah membuat saya menjadi Katolik." Memang begitulah, studinya tentang patrologi, dan tentang perkembangan tradisi itulah yang membuka kesadarannya, sampai dia merasa begitu: hanya Gereja Katoliklah yang telah memelihara iman dalam seluruh keutuhan selama berabad-abad dengan setia. Dia wafat 11 Agustus 1890 dalam usia 89 tahun. Bukunya Apologia pro Vita Sua menjadi buku pegangan pokok utnuk mengenal dia, seperti buku Confessiones-nya Agustinus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara hati, tetapi juga rasionalitas iman: itulah yang sangat menonjol dari Newman. Dia tidak pindah begitu saja, tetapi ia menjalankan apa yang dipelajarinya dan ditelitinya, serta apa yang diyakininya. Dia tidak taat begitu saja. Misalnya dalam satu bukunya dia mengungkapkan begini: "Kalau saya disuruh buat toast (salut dengan mengangkat sebuah gelas anggur), saya akan buat itu untuk Paus. Tetapi tidak sebagai yang pertama, yang pertama untuk suara hati, yang berikutnya untuk Paus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setia, tetapi juga kritis. Ada sesuatu dalam Gereja yang harus dibenahi juga, tetapi kekurangannya di sana-sini tidak mengurangi hormat dan kesetiaannya pada Gereja. Mungkin inilah yang menyebabkan Benediktus XVI sangat menghormati dia. Ada banyak kesamaan antara keduanya: khususnya di sekitar pertanyaan ini: Bagaimana keabsahan pernyataan iman yang melampaui waktu itu, dapat diselaraskan dengan perkembangan dogma katolik yang menyejarah (yang tidak luput dari sifat kemanusiaannya) itu. Hal itu berhubungan dengan pembaharuan dalam Gereja menurut Konsili Vatikan II yang juga menjadi keprihatinan Benediktus XVI: bagaimana pembaharuan Gereja masih bersesuaian dengan tradisi Gereja Katolik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya menurut saya akan ada moment menarik dalam sejarah Gereja  minggu mendatang ini. Apalagi Anglikan juga sedang memanas gara-gara banyak masalah   seperti misalnya pentahbisan imam dan uskup wanita, yang menurut Roma (diwakili Kardinal Walter Kasper) adalah sebuah langkah yang melukai Gereja tetapi yang sendiri telah menimbulkan gejolak di Gereja Anglikan sendiri; banyaknya orang Anglikan yang mau berpindah (berpulang) masuk Katolik, yang kemudian ditanggapi oleh Vatikan  dengan rencana pendirian ordinariat bagi para Katolik mantan Anglikan, agar mereka tetap dapat melaksanakan tradisi mereka sendiri, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita menanti moment itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hertanto&lt;br /&gt;O QUAM BONUM ET IUCUNDUM HABITARE FRATRES IN UNUM.( PSALMS 133,1 )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-6221489023941235501?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/6221489023941235501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=6221489023941235501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6221489023941235501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6221489023941235501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/benediktus-xvi-dan-john-henry-newman.html' title='Benediktus XVI dan John Henry Newman'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-7655499292500224753</id><published>2010-10-02T23:46:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T23:46:50.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Hari Orang Muda Sedunia ke-26</title><content type='html'>Sahabat muda terkasih,&lt;br /&gt;Saya sering mengingat kembali  Hari Orang Muda Sedunia di Sidney pada tahun 2008 silam. Di sana, kita merayakan  pesta iman, saat  Roh Allah secara giat  bekerja di tengah-tengah kita semua, dan membangun komunitas rohani yang secara sungguh-sungguh dapat saling berbagi dalam satu iman, di antara para peserta yang datang dari berbagai belahan dunia. Pertemuan tersebut, seperti perjumpaan-perjumpaan sebelumnya, berbuah lebat  dalam hidup banyak orang muda dan hidup  Gereja. Sekarang kita menuju Hari Orang Muda Sedunia berikutnya, yang akan terselenggara di Madrid pada bulan Agustus 2011. &lt;span class="fullpost"&gt;Mengingat kembali  masa pada tahun 1989, beberapa bulan sebelum hari bersejarah keruntuhan tembok Berlin, peziarahan orang muda seperti ini  pernah  dilakukan di Spanyol pula, waktu itu di Santiago de Compostela. Sekarang,  saat  masyarakat  Eropa sedang dalam kebutuhan besar untuk menemukan kembali akar Kekristenan mereka, pertemuan kita akan mengambil tempat di Madrid, dengan tema : “Berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, berteguh dalam iman” (bdk. Kol 2: 7). Saya menyemangati Anda untuk mengambil bagian dalam peristiwa ini, yang merupakan peristiwa penting bagi Gereja di Eropa dan bagi Gereja sedunia. Saya mengajak kalian  semua orang muda, baik yang saling berbagi iman dalam Yesus Kristus, maupun  kalian yang ragu dalam ketidakpastian, atau kalian  yang tidak percaya akan Dia, untuk berbagi pengalaman ini, yang akan membuktikan kepastian hidup kalian. Inilah pengalaman akan Tuhan Yesus yang bangkit dan hidup, dan pengalaman akan kasihNya bagi kita masing-masing.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pada sumber Keinginanmu yang terdalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap periode sejarah kehidupan, termasuk periode kita, banyak orang muda memiliki kerinduan yang mendalam akan relasi pribadi, yang ditandai oleh  kebenaran dan solidaritas. Banyak dari mereka membangun hubungan persahabatan yang tulus,  untuk mengenal cinta sejati, untuk memulai hidup berkeluarga yang diharapkan manunggal bersatu, untuk mencapai kepenuhan pribadi dan kemapanan hidup yang nyata, serta semua hal yang menjamin masa depan yang bahagia dan tenang.   Ketika mengenangkan masa muda saya sendiri, saya tersadar bahwa kemapanan dan perasaan aman nyaman bukanlah pertanyaan yang memenuhi  pemikiran generasi muda. Memang cukup benar, bahwa pentinglah memiliki pekerjaan agar dengan itu memiliki pijakan yang  kokoh. Namun selain itu, tahun-tahun masa muda merupakan juga waktu, saat kita  mencari yang terbaik dari hidup kita. Ketika saya membayangkan kembali masa muda itu, saya ingat semua bahwa kita tidak ingin hidup nyaman demi kehidupan dalam kelas menengah yang mapan. Kita menginginkan sesuatu yang besar, sesuatu yang baru. Kita ingin menjelajahi  kehidupan itu sendiri, dalam semua keagungan dan keindahannya.  Secara alamiah, tahap itu merupakan bagian dari kehidupan yang kita alami.  Selama kediktatoran Nazi dan peperangan,  dapat dikatakan pada masa itu, semua orang terkungkung oleh segala peraturan dan batasan yang diciptakan oleh struktur yang sedang berkuasa.  Maka, semua orang saat itu ingin mendobrak segala batasan: menginginkan adanya kebebasan, keterbukaan yang memungkinkan kita meraih peluang sebagai manusia.  Saya berpikir, bahwa dorongan untuk mendobrak segala batasan yang ada, pada jangkauan tertentu, selalu menandai jiwa orang muda dari masa ke masa. Bagian dari menjadi muda, ialah hasrat akan sesuatu di balik hidup harian dan pekerjaan yang mapan, suatu kerinduan untuk sesuatu yang sungguh-sungguh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini hanya mimpi yang akan memudar dan akhirnya menghilang  jika kita menua? Tidak!  Pria maupun perempuan, diciptakan untuk sesuatu yang besar, untuk sebuah keabadian.  Tiada pernah cukup. Santo Agustinus benar ketika ia mengatakan: “Hati kami belum tenang, sampai menemukan istirahat di dalam Engkau”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat untuk mencari kehidupan yang lebih bermakna merupakan tanda bahwa Tuhan menciptakan kita, agar mengemban citra diri-Nya. Tuhan adalah Sang Kehidupan,  dan itulah sebabnya   kita ciptaanNya  selalu berusaha untuk menggapai dan menggenggam kehidupan. Karena manusia diciptakan dengan citra Allah, maka kita menggapai kehidupan dengan cara yang unik dan istimewa. Kita selalu berusaha untuk menggapai cinta, suka cita , dan damai. Jadi dapatlah kita lihat, betapa mustahil   apabila kita berpikir bahwa kita dapat sungguh-sungguh hidup dengan menyingkirkan Allah dari gambar  hidup kita! Tuhan adalah sumber kehidupan.  Mengenyampingkan Allah berarti kita telah memisahkan diri kita dari sumber kehidupan, dan  berarti kita telah memisahkan diri dari sumber sejati  kebahagiaan, suka cita, dan damai. “Tanpa Sang Pencipta, makhluk ciptaan  hilang melenyap” (Konsili Vatikan II, Gaudium et Spes, 36).  Di beberapa belahan dunia, terutama kehidupan di belahan dunia Barat, budaya mereka saat ini cenderung menyingkirkan  Tuhan dari  segala aspek dan segi kehidupan, dan memandang bahwa iman kepercayaan adalah urusan pribadi, tanpa memiliki hubungan dan relevansi  apapun dengan kehidupan. Sekalipun segugus nilai-nilai yang mendasari kehidupan  masyarakat berasal dari Injil,  seperti  nilai martabat pribadi, nilai solidaritas, nilai kerja, dan nilai berkeluarga,  namun kita menyaksikan  suatu “gerhana Tuhan” yang pasti, semacam amnesia (penyakit lupa) akan sejarah, sebuah penolakan Kristianitas, pengingkaran khasanah  iman Kristen,  sebuah pengingkaran yang bisa membawa kita pada hilangnya jati diri  kita yang paling dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alasan inilah, para sahabat, saya mendorong kalian untuk memperkuat iman kalian akan  Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Kalian adalah masa depan masyarakat  dan Gereja. Seperti  Rasul Paulus telah menulis untuk umat di Kolose : Pentinglah memiliki akar, dasar yang kokoh. Perkara ini  secara sebagian, benar untuk zaman kita sekarang. Banyak orang tidak memiliki titik acuan yang kokoh, tempat mereka membangun hidup, dan karena nya mereka sungguh merasa tidak aman.  Saat  ini ada  mentalitas relativisme yang berpaham bahwa alasan adanya setiap hal cukup kuat dari dirinya sendiri, serta bahwa suatu kebenaran dan titik acuan yang mutlak, tidak pernah ada.  Namun, jalan pikiran seperti ini tidak akan pernah mengarahkan kita kepada kebebasan sejati, tetapi lebih mengacu kepada ketidakstabilan, kebingungan, kompromi buta terhadap keisengan zaman ini.  Sebagai orang muda, kalian berhak untuk mewarisi dari generasi pendahulu,  titik acuan yang kokoh bagi kalian untuk menolong kalian membuat pilihan, dan membangun hidup di atasnya, bagaikan tunas muda yang membutuhkan dorongan yang mantap  hingga  bisa membenamkan akar tunggangnya dalam-dalam, tumbuh menjadi pohon kuat yang mampu  menghasilkan buah lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Berakar  dan dibangun dalam Yesus Kristus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menekankan betapa pentingnya iman bagi hidup umat Allah, kepada kalian saya  ingin  menyampaikan renungan saya, perihal tiga kata yang digunakan oleh St. Paulus dalam ungkapan : “Berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, berteguh dalam iman” (bdk. Kol 2:7). Kita dapat membedakan tiga buah gambaran berikut ini:  “Berakar”  mengingatkan kita pada  pohon dan akar yang memberi makan pohon itu. “Dibangun” mengacu pada susunan sebuah rumah; “Berteguh” menunjukkan pertumbuhan fisik dan susila. Ketiga gambaran ini sangat tepat. Sebelum memberi ulasan mengenai ketiga kata tersebut, saya tunjukkan bahwa menurut tata bahasa, ketiga kata itu dalam teks aslinya berbentuk kata kerja pasif. Berarti,  Kristus sendirilah yang berkehendak  untuk menanam, membangun, dan menguatkan kaum beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran pertama ialah mengenai sebuah pohon yang dengan kokoh ditanam, yang berterima kasih kepada akar yang telah menopang dan memberi makanan kepadanya.  Tanpa akar-akar itu, pohon akan roboh ditiup angin dan mati. Apakah akar kita? Secara alamiah, orangtua, keluarga dan kebudayaan negara kita merupakan unsur-unsur penting dari jati diri pribadi kita. Namun Kitab Suci mewahyukan unsur yang lebih lagi. Nabi Yeremia menuliskan: “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah” (Yer 17:7-8). Bagi Nabi Yeremia, berakar dalam Tuhan berarti  menyerahkan kepercayaan kepada Tuhan.  Dari Dia, kita melukis hidup kita. Tanpa Dia, kita tidak bisa benar-benar hidup. “Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam anak-Nya” (1 Yoh 5:11). Yesus sendiri menyatakan kepada kita, bahwa Dia sendirilah kehidupan kita (bdk. Yoh 14:6). Sebagai akibatnya, iman Kristen bukanlah hanya suatu kepercayaan bahwa suatu  hal tertentu merupakan kebenaran, melainkan lebih dari itu, iman Kristen merupakan  suatu hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Iman kita ialah suatu perjumpaan dengan Sang Putra Allah yang memberikan tenaga pada  seluruh keberadaan kita.  Ketika kita memasuki hubungan pribadi dengan Dia, Kristus menyingkapkan jati diri kita yang asli, dan dalam persahabatan denganNya, hidup kita bertumbuh menuju kepenuhan yang lengkap. Ada saatnya  ketika kita mengalami masa muda, ketika bertanya: Apa makna hidup saya? Manakah tujuan dan arah yang harus kuberikan pada hidup saya? Saat itu merupakan saat penting, dan pertanyaan-pertanyaan itu  mungkin bisa membuat kita cemas untuk beberapa lama. Kita mulai mempertanyakan mengenai jenis pekerjaan yang harus kita pilih, pola hubungan-hubungan yang harus kita bangun, persahabatan yang harus kita pelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah, suatu saat, saya melihat kembali masa muda saya.  Saya agak cukup dini menyadari, mengenai kenyataan bahwa Tuhan menghendaki saya menjadi imam. Kemudian setelah masa peperangan berakhir, saat saya di seminari dan universitas dalam jalur menuju tujuan imamat itu, saya harus melihat kembali kepastian cita-cita saya itu. Saya harus bertanya diri: sungguhkan ini jalur yang harus saya jalani? Apakah benar jalan ini merupakan kehendak Tuhan bagi saya? Apakah saya  akan mampu bertahan setia bagiNya dan sepenuhnya melayani Dia? Keputusan seperti ini menuntut perjuangan tertentu. Hal ini tidak bisa tidak, harus dilakukan. Namun kemudian tibalah kepastian itu: inilah keputusan yang tepat! Ya, Tuhan menginginkan saya, dan ia akan memberi saya kekuatan. Jika saya mendengarkan Dia dan berjalan bersamaNya, maka saya pasti menjadi diri saya  yang asli. Yang diperhitungkan bukanlah pemenuhan hasrat hati saya sendiri, namun kehendak Dia. Dengan cara ini, hidup menjadi sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan akar yang menopang kuat pohon untuk tetap berada dalam tanah dan kehidupannya, maka  pondasi sebuah rumah memberikan jaminan  kekokohan jangka panjang. Melalui iman, kita telah dibangun dalam Yesus Kristus (bdk. Kol 2:7), seperti rumah dibangun di atas pondasinya. Sejarah Kekudusan  telah menyediakan bagi kita banyak contoh Santo-Santa yang membangun hidupnya pada Sabda Tuhan itu.  Yang pertama ialah Abraham, bapa iman kita, yang taat pada Tuhan, ketika Tuhan memerintahkan dia meninggalkan tanah leluhurnya untuk menuju tanah yang tidak ia kenal. “Percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Karena itu Abraham disebut “Sahabat Allah” (Yak 2:23). Dibangun dalam Yesus Kristus berarti menanggapi secara positif panggilan Tuhan, mempercayaiNya, dan menaruh SabdaNya dalam tindakan. Yesus sendiri mengingatkan para murid, “Mengapa engkau berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Luk 6:46). Dia lalu memakai gambaran pembangunan sebuah rumah:  “Setiap orang yang datang kepadaKu dan mendengarkan serta melakukannya – aku akan menyatakan kepadamu – dengan siapa ia dapat disamakan. Ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah. Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun” (Luk 6:47-48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Sahabat terkasih.&lt;br /&gt;Bangunlah rumah kalian sendiri di atas batu karang seperti orang yang menggali dalam-dalam untuk membuat pondasi. Cobalah setiap hari untuk mengikuti sabda Kristus. Dengan keberadaan-Nya disamping kalian,  kalian akan menemukan keberanian dan pengharapan untuk menghadapi berbagai kesulitan dan masalah, bahkan untuk mengatasi kekecewaan dan kemunduran.  Kepada kalian, secara terus menerus ditawarkan pilihan-pilihan yang lebih mudah, namun kalian sendiri tahu, bahwa segala tawaran itu bersifat menipu dan tidak akan pernah mampu memberikan damai dan suka cita. Hanya Sabda Allah saja yang mampu memperlihatkan kepada kita jalan yang sejati dan hanya iman yang kita terima-lah yang menjadi cahaya dalam jalan kehidupan kita. Dengan penuh syukur, terimalah hadiah  rohani ini yang telah kalian warisi dari keluarga kalian; Berusahalah untuk menanggapi panggilan Tuhan dengan penuh kesadaran, dan bertumbuhlah dalam iman. Janganlah percaya para mereka yang memberitahu kalian bahwa kalian tidak memerlukan orang lain untuk membangun hidup kalian! Temukanlah dukungan dalam iman, pada orang-orang  yang mengasihi kalian, temukanlah dukungan dari iman  Gereja, dan bersyukurlah pada Tuhan bahwa kalian telah menerima iman itu dan telah membuatnya menjadi milik kalian sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Berteguhlah dalam iman&lt;br /&gt;Hendalah kamu “berakar  dan dibangun dalam Yesus Kristus, berteguh dalam iman.” (Kol 2:7). Surat dari mana kata-kata tersebut dikutip, ditulis oleh Santo Paulus untuk menanggapi kebutuhan khusus umat Kristen di kota Kolose. Waktu itu, komunitas umat di Kolose terancam oleh pengaruh kecenderungan budaya tertentu yang memalingkan kaum beriman dari Injil.  Ruang lingkup budaya kita sekarang, para sahabat, bukanlah seperti keadaan umat kuno di Kolose. Namun saat ini,  terdapat arus kuat pikiran kaum sekular serupa,  yang bertujuan untuk meminggirkan Tuhan dari  kehidupan masyarakat dengan menekankan dan menciptakan  “surga”  tanpa kehadiran-Nya.  Sebenarnyalah,  pengalaman memberikan bukti nyata kepada kita semua, bahwa dunia tanpa Tuhan selalu menjadi  “neraka” : dipenuhi oleh  keakuan, keluarga berantakan, kebencian antar-pribadi dan antar-bangsa, dan kekurangan yang besar akan kasih, suka cita, dan harapan.  Di lain pihak, di manap ada pribadi dan bangsa menerima kehadiran Allah di tengah-tengah mereka, memujiNya  dalam  kebenaran serta mendengarkan suara-Nya,  maka peradaban cinta kasih sedang dibangun, yaitu sebuah peradaban di mana martabat semua  orang dihormati, dan persekutuan paguyuban meningkat, dengan segala kebaikannya.   Namun demikian tetap saja, beberapa umat Kristen  tergoda oleh sekularisme  dan arus kepercayaan yang menjauhkan  mereka dari iman akan Yesus Kristus. Ada pula beberapa orang Kristen, sekalipun tidak terpengaruh oleh godaan itu, namun telah dengan sembrono membiarkan  iman mereka tumbuh seadanya, yang berakibat buruk pada hidup kesusilaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang-orang Kristen yang dipengaruhi oleh gagasan-gagasan yang jauhb dari nilai Injil, Rasul Paulus memberitakan mengenai kekuatan wafat dan kebangkitan Kristus. Misteri wafat dan kebangkitan Kristus merupakan dasar hidup kita serta pusat iman Kristen. Dengan tetap menghormati  pertanyaan-pertanyaan besar yang terbenam dalam-dalam di hati manusia, menurut saya  semua filsafat yang mengabaikan misteri salib serta menganggapnya “kebodohan” (1Kor 1:23), justru menyingkapkan keterbatasan mereka sendiri.   Sebagai penerus Rasul Petrus, saya juga ingin menguatkan kalian dalam iman (bdk. Luk 22:32). Kita dengan teguh percaya bahwa Yesus Kristus menyerahkan diriNya sendiri di kayu salib  untuk  memberikan kasih-Nya kepada kita. Dalam penderitaanNya, Dia memikul penderitaan kita, menanggung dalam diri-Nya dosa –dosa kita, memberikan pengampunan bagi kita dan mendamaikan kita dengan Allah Bapa, membukakan bagi kita jalan menuju hidup abadi. Jadi, kita dibebaskan dari hal yang paling membelenggu hidup kita yaitu perbudakan dosa. Kita bisa mengasihi setiap orang, bahkan musuh kita, dan kita bisa membagikan kasih ini  untuk yang termiskin dari saudara-saudari kita, dan bagi semua orang yang sedang dalam dalam kesukaran hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Sahabat terkasih;&lt;br /&gt;Salib sering menggentarkan kita karena salib tampak sebagai penolakan hidup. Pada kenyataannya, sebaliknyalah yang benar.  Salib adalah pernyataan ‘Ya’ dari Allah kepada umat manusia, yang merupakan ungkapan tertinggi dari cinta-Nya dan sumber dari mana kehidupan kekal mengalir. Sesungguhnyalah, pernyataan ini berasal dari hati Yesus, yang dihancurkan di salib, yang justru dari hati yang hancur itu hidup ilahi mengalir, yang bisa ditampung oleh semua yang mengangkat mata mereka kepada Sang Tersalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya dapat mendesak kalian untuk memeluk Salib Yesus Kristus, tanda cinta kasih Tuhan, sebagai sumber hidup baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Mengimani Yesus Kristus Tanpa melihat langsung&lt;br /&gt;Dalam  Injil kita menemukan paparan mengenai pengalaman iman Rasul  Thomas ketika ia menerima misteri Salib dan kebangkitan Kristus.  Thomas merupakan salah satu dari kedua belas rasul. Dia mengikuti Yesus, dan menjadi saksi mata dari penyembuhan dan mukjizat yang dibuat Yesus. Thomas mendengarkan sabda-Nya, dan dia mengalami ketakutan pada saat wafat Yesus.  Malam pada hari Paskah itu, ketika Tuhan menampakkan diri pada para murid, Thomas tidak hadir. Ketika ia diberitahu bahwa Yesus hidup dan memperlihatkan diriNya, Thomas menjawab: “Sebelum  aku melihat bekas paku pada tangannya, dan mencucukkan jariku pada bekas paku itu dan mencucukkan tanganku pada lambungNya,  sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yoh 20:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga, ingin mampu melihat Yesus, berbicara denganNya dan merasakan kehadiranNya bahkan secara lebih penuh kuasa. Bagi banyak orang dewasa ini, menjadi sukar untuk mendekati Yesus.  Ada terlalu banyak gambaran mengenai Yesus yang beredar, yang  dinyatakan sebagai ilmiah, yang malahan membuat kabur  keagungan dan keunikan pribadiNya. Itulah sebabnya, setelah  bertahun-tahun belajar dan merenung, saya memikirkan untuk membagikan  sesuatu dari perjumpaan pribadi saya bersama Yesus dengan menuliskannya menjadi sebuah buku. Ini merupakan sebuah cara untuk membantu orang lain melihat, mendengar, dan menyentuh Tuhan kepada siapa  Ia datang   supaya diri-Nya dikenal. Yesus sendiri ketika seminggu kemudian menampakkan diri lagi kepada para murid berkata kepada Thomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi melainkan percayalah.” (Yoh 20:27). Kita juga, bisa memiliki kontak yang tampak dengan Yesus dan menaruh tangan kita, juga  berbicara padaNya, atas  tanda-tanda penderitaan-Nya, tanda-tanda cinta kasih-Nya. Dalam sakramen-sakramen, Dia secara khusus dekat dengan kita, dan memberikan diriNya untuk kita. Orang muda terkasih, belajarlah untuk “melihat” dan “menjumpai” Yesus dalam Ekaristi, di mana Dia hadir dan dekat dengan kita, dan bahkan menjadi santapan bagi perjalanan  kita. Dalam Sakramen Tobat, Tuhan memperlihatkan kerahimanNya dan selalu memberikan pengampunanNya untuk kita. Kenalilah, dan layanilah Yesus dalam diri orang miskin, orang sakit, dan dalam diri saudara-saudari yang sedang dalam kesulitan dan membutuhkan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuklah dalam percakapan pribadi dengan Yesus Kristus dan peliharalah hal itu  dalam iman. Kenalilah Dia lebih baik lagi dengan membaca Kitab Suci dan buku Katekismus Gereja Katolik (KGK). Berbincanglah dengan-Nya dalam doa kalian, dan letakkan kepercayaan kalian dalam Dia. Dia tidak pernah mengkhianati kepercayaan kalian itu! “Iman pertama-tama ialah ikatan pribadi manusia dengan Allah. Sekaligus tak terpisahkan dari itu, ialah persetujuan bebas terhadap seluruh kebenaran yang diwahyukan Tuhan” (KGK, 150). Dengan demikian, kalian akan menuai iman yang matang dan mantap, yaitu iman yang tak hanya didasarkan kepada rasa-perasaan keagamaan, atau hanya mengandalkan ingatan samar-samar akan katekismus pelajaran agama Katolik yang kamu terima dulu saat kanak-kanak. Kalian mau datang untuk mengenal Allah, dan hidup secara  sejati dalam kesatuan dengan Dia, sebagaimana Rasul Thomas yang memperlihatkan imannya yang teguh dalam Yesus, dengan berkata: “Tuhanku dan Allahku!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Ditopang oleh iman Gereja untuk menjadi saksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus berkata kepada Thomas: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.” (Yoh 20:29).  Yesus saat itu sedang memikirkan jalur iman Gereja yang harus diikuti yang didasarkan pada para saksi mata wafat dan kebangkitan Kristus yaitu para Rasul. Dengan demikian, kita  melihat, bahwa iman pribadi kita pada Kristus, yang menjumpai kita dalam percakapan pribadi denganNya, diikat dalam iman Gereja. Kita tidak beriman sebagai individu yang terpisah dari yang lain, namun melalui Baptis, kita ialah anggota keluarga besar Gereja. Iman yang diakui oleh Gereja selalu menguatkan kembali iman pribadi kita masing-masing. Kredo “Aku Percaya” yang kita doakan setiap misa hari Minggu melindungi kita dari bahaya kepercayaan terhadap “allah lain” yang tidak diwahyukan oleh Yesus Kristus: “Setiap orang beriman adalah anggota dalam jalinan rantai besar orang-orang beriman. Saya tidak dapat menjadi orang beriman kalau saya tidak didukung oleh iman orang lain. Dan oleh iman saya, saya pun mendukung iman orang lain” (KGK 166). Marilah selalu bersyukur kepada Tuhan atas anugerah Gereja, karena Gereja menolong kita untuk maju dengan aman, dalam iman yang memberi kita hidup sejati (bdk. Yoh 20:31). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah Gereja, para orang kudus  dan para martir selalu bergerak dari kemuliaan Salib Kristus - daya kesetiaan kepada Tuhan -  menuju Allah, hingga pada titik mereka harus menyerahkan nyawa. Dalam iman, mereka menemukan kekuatan untuk mengatasi kelemahan, dan menang atas setiap kesulitan. Benarlah Rasul Yohanes mengatakan: “Siapakah yang mengalahkan dunia selain dari pada dia yang percaya  bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (1Yoh 5:5).  Kemenangan yang lahir dari iman adalah cinta kasih. Masih ada dan tetap ada, banyak umat Kristen yang menghayati kesaksian nyata dari daya iman yang diwujudkan dengan pelayanan karya amal kasih. Merekalah para juru perdamaian, promotor keadilan dan pekerja-pekerja demi dunia yang lebih manusiawi, dunia yang sesuai dengan rencana Tuhan. Dengan kompetensi dan sikap profesional, mereka bekerja penuh tanggung jawab dalam sektor-sektor hidup masyarakat yang beraneka ragam, menyumbangkan secara tepat guna, kesejahteraan bagi semua. Karya amal kasih yang berasal dari iman membawa mereka kepada kesaksian nyata dengan kata dan perbuatan.  Kristus bukanlah harta milik yang ditujukan untuk diri kita saja. Dia, harta paling berharga yang kita miliki, ialah Dia yang ditujukan dan dibagikan untuk sesama yang lain. Pada masa globalisasi ini, jadilah saksi harapan Kristiani di seluruh dunia. Betapa banyaknya orang yang telah menanti untuk menerima harapan ini! Ketika berdiri di depan batu makam sahabat-Nya Lazarus, yang mati empat hari sebelumnya,  sebelum Ia menghidupkan kembali si mati itu, Yesus berkata kepada saudari Lazarus, Martha: “Jika engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah” (bdk Yoh 11:40). Dengan cara yang sama, jika kalian percaya, dan jika kalian mampu menghayati iman  dan menjadi saksi atas iman setiap hari, kalian akan menjadi sumber yang membantu orang muda lainnya seperti diri kalian, untuk menemukan makna dan kegembiraan hidup, yang terlahir dari perjumpaan dengan Kristus!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Menuju Hari Orang Muda Sedunia di Madrid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Sahabat terkasih,&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya mengundang kalian semua untuk menghadiri Hari Orang Muda Sedunia di Madrid.  Saya menunggu kalian masing-masing dengan sukacita yang besar. Yesus Kristus ingin menguatkan iman kalian melalui Gereja.  Keputusan untuk percaya kepada Yesus dan mengikuti-Nya bukanlah perkara  yang mudah. Iman padaNya sering terhalangi oleh kegagalan pribadi, dan oleh banyak keriuhan yang menawarkan  jalur-jalur  perjalanan yang lebih mudah. Jangan lemah  semangat. Namun, temukanlah dukungan dari komunitas seiman, temukanlah dukungan dari Gereja! Selama tahun ini, persiapkanlah secara cermat untuk pertemuan di Madrid, bersama uskup-uskup, para imam, para pembimbing orang muda di keuskupan, komunitas-komunitas paroki, dan berbagai serikat serta perkumpulan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutu pertemuan kita mendatang akan seluruhnya bergantung pada : Persiapan rohani kita, doa-doa kita, kebersamaan kita dalam mendengarkan sabda Allah, dan dukungan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para  muda terkasih, Gereja bergantung kepada kalian! Dia membutuhkan iman kalian yang bersemangat, amal kasih kalian yang kreatif, dan energi dari pengharapan kalian. Kehadiran kalian  memperbaharui, meremajakan,dan memberikan energi baru bagi Gereja.  Karena itulah, maka Hari Orang Muda Sedunia  adalah rahmat, bukan saja untuk kalian orang muda, tapi juga untuk keseluruhan umat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja Spanyol sedang bersiap diri secara aktif  untuk menyambut kedatangan kalian sekaligus untuk berbagi pengalaman iman yang menggembirakan ini bersama kalian.  Saya mengucapkan terima kasih kepada keuskupan-keuskupan, paroki-paroki, tempat-tempat ziarah, komunitas-komunitas religius, asosiasi-asosiasi dan perkumpulan-perkumpulan gerejawi, serta semua yang bekerja keras untuk mempersiapkan peristiwa ini. Allah menganugerahkan berkat-Nya untuk mereka semua. Semoga Bunda Perawan Maria menyertai kalian selama persiapan ini. Ketika menerima kabar gembira, Bunda Maria  menerima Sang Sabda dengan imannya. Dalam iman, ia menyetujui rencana kepenuhan janji Allah yang terlaksana dalam dan melalui dirinya.  Dengan menyerukan “fiat”, “terjadilah padaku menurut perkataanMu”, Bunda Maria menerima anugerah cinta kasih yang sedalam-dalamnya, yang membuat dia memberikan diri seutuhnya kepada Allah. Semoga doanya campur tangan dalam diri kalian, sehingga pada Hari Orang Muda Sedunia mendatang ini, kalian bertumbuh dalam iman dan kasih. Saya meyakinkan kalian bahwa saya dengan kasih kebapaan, mengingat kalian dalam doa-doa saya, dan saya memberikan kepada kalian berkat dari lubuk hati saya yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Vatikan, 6 Agustus 2010 &lt;br /&gt;pada Pesta Penampakan Kemuliaan Tuhan&lt;br /&gt;Benedictus PP. XVI&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-7655499292500224753?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/7655499292500224753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=7655499292500224753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/7655499292500224753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/7655499292500224753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/hari-orang-muda-sedunia-ke-26.html' title='Hari Orang Muda Sedunia ke-26'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-6356627549147057601</id><published>2010-10-02T23:38:00.001+07:00</published><updated>2010-10-02T23:48:02.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Tusuk apa lagi?</title><content type='html'>Penusukan dan pemukulan terhadap pendeta dan penatua jemaat HKBP Pondok Indah Timur pada tanggal 12 September yang lalu menimbulkan reaksi sangat ramai di media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas demikian. Penusukan itu hanyalah puncak ketegangan dan kekerasan yang mendahuluinya dan sebenarnya sudah dapat diramalkan. Yang menjadi masalah serius: Situasi yang mirip terjadi juga di sekian tempat lain. Sudah bertahun-tahun masalah tempat ibadah mengganggu, bahkan cenderung meracuni hubungan baik antara umat beragama di Indonesia . Apa kita akan menunggu sampai di situasi di lain tempat juga meledak dalam kekerasan?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Dalam situasi ini pimpinan nasional harus membuktikan diri. Dari mereka diharapkan kejernihan visi dan keberanian untuk bicara kepada masyarakat. Tetapi yang kita dapat hanyalah strategi burung onta: tidak melihat, tidak mendengar, paling-paling beberapa sabda basa-basi. Ancaman dan kekerasan tidak ditindak dengan tegas, tak ada keberanian moral untuk meminta seluruh bangsa untuk menghormati para minoritas, untuk menjamin keamanan mereka yang berbeda ibadatnya. Sedangkan administrasi lokal, terus terang saja, umumnya tidak mampu menangani situasi semacam itu. Apa kita lantas heran kalau masyarakat menjadi bingung, lalu emosi, kecurigaan dan prasangka-prasangka lama meracuni hati mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya Bukan Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dapat kita andaikan bahwa sebenarnya masyarakat, juga masyarakat lokal, juga masyarakat di Bekasi Timur, ingin hidup bersama dengan damai, bahwa mereka pada prinsipnya tidak menolak jemaat-jemaat lain beribadat. Semua sebenarnya tahu bahwa benci, marah, dendam bukan sikap yang dikehendaki Allah. Modal sosial itu seharusnya diakses dan dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya juga tidak pertama-tama terletak pada para pimpinan umat beragama yang bersangkutan. Pada umumnya mereka mau bertanggung jawab, ingin agar semua umat beragama dapat beribadat tanpa takut. KWI, pimpinan umat Katolik, begitu juga pimpinan Kristen Protestan di PGI, apalagi para pimpinan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, mereka sungguh-sungguh menginginkan hubungan antar umat beragama yang berdamai dan fair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana? Seharusnya kita menerima fakta bahwa keagamaan Indonesia majemuk, bahwa orang Indonesia merantau ke seluruh Nusantara, dan bahwa, karena itu, di semua daerah yang pernah homogen, lama-kelamaan akan muncul keanekaan jemaat dan kelompok beragama. Satu tugas kita bersama adalah mempersiapkan masyarakat atas kenyataan itu. Ucapan seperti “jangan membangun rumah ibadat di tengah-tengah umat beragama lain” adalah nonsense: Bagaimana minoritas bisa beribadat kecuali di tengah-tengah mayoritas? Sebetulnya di banyak daerah masyarakat sejak lama biasa hidup bersama dalam kemajemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah toleransi masyarakat berkurang? Yang tidak tersangkal adalah pengaruh penghasutan. Bisa misalnya masyarakat sudah menyetujui pembangunan sebuah gereja, tetapi mendadak persetujuan ditarik. Hasutan dari luar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan terhadap hasutan jahat harus datang dari para tokoh agama yang bersangkutan. Mereka yang mesti mendidik umat-umat mereka: Bahwa mayoritas justru bertanggungjawab atas keamanan dan kebebasan minoritas, bahwa minoritas perlu tahu diri, komunikatif, tidak provokatif, sabar dan bersedia berkompromis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seorang pimpinan negara saya mengharapkan keberanian untuk menantang bangsa agar mau membangun sikap-sikap yang perlu demi harkat kemanusiaannya dan kemajuannya. Mengapa saya sepertinya tak pernah mendengar kata-kata seperti ini: “Mari kita terima semua saudara dan saudari sebangsa dengan lapang hati. Boleh saja kita menolak cara beribadat mereka. Tetapi mari kita tetap menghormati hak mereka untuk beribadat menurut suara hati mereka, mari kita membuat mereka merasa aman di antara kita” Kalau pimpinan nasional mengatakannya, bangsa akan mengerti dan pengaruh para penghasut akan tumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya mau bertanya pada menteri agama: How low can you go? Karena Anda, penganut agama mayoritas menurut mazhab mayoritas, tidak dapat menyetujui pengertian sebuah minoritas (itu hak Anda!), Anda sebagai menteri RI mau melarang mereka? Pfui! Yang Mulia, Anda menyabotase 65 tahun negara Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah SKB 2006 bukan pada apa yang dimaksud, melainkan bahwa SKB itu tumpul. Tentu, negara berwenang menata hal rumah ibadat. Betul, sikap mayoritas setempat tak boleh diabaikan. Tetapi FKUB misalnya sering tidak berfungsi. Bahkan ada kasus pemerasan. Syarat 60 tanda tangan jemaat mayoritas rawan dimanipulasi. Berulang kali terjadi bahwa 60 tanda tangan sudah diberikan, tetapi kemudian ditarik kembali karena ada hasutan, lalu semuanya mubazir lagi.&lt;br /&gt;Itulah yang perlu dibahas bersama dalam merevisi SKB. Sangat perlu juga administrasi lokal diberi latihan bagaimana menangani pluralitas keagamaan di wilayah tanggung jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tusukan beberapa hari lalu merupakan wake up call bagi kita semua. Kita sebagai bangsa harusnya merasa ditantang olehnya. Kita semua harus tahu apa yang benar, dan sekaligus tahu diri. Ketegasan maupun kesabaran dituntut dari kita. Negara harus memberi zero tolerance terhadap kekerasan bernuansa agama. Para pemimpin harus menunjukkan keberanian moral untuk menyatakan komitmen mereka pada hak yang sama para minoritas untuk beribadat. Mereka yang memerlukan tempat ibadat perlu sabar dan mampu merebut hati masyarakat setempat. Untuk itu kita pasti akan mendapat dukungan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Franz Magnis Suseno&lt;br /&gt;Penulis adalah guru besar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-6356627549147057601?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/6356627549147057601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=6356627549147057601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6356627549147057601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6356627549147057601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/penusukan-dan-pemukulan-terhadap.html' title='Tusuk apa lagi?'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-3428539614783758629</id><published>2010-10-02T10:48:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T10:48:01.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Pelajaran Berharga</title><content type='html'>Sudah dua minggu ini, Sasi duduk di depan televisi. Semuanya dia tonton, tidak peduli, pagi, siang atau malam. Ibu sampai kewalahan menegurnya. Pagi itu, seperti biasanya Sasi sudah duduk di depan televisi untuk menonton film kartun kegemarannya. Padahal sebentar lagi dia harus berangkat ke sekolah. “Sasi, air hangatnya sudah siap, ayo mandi. Nanti kamu terlambat ke sekolah.” Sasi yang sedang asik menonton, hanya menoleh sambil lalu. “Sasi………….”. “ Iya, bu. Sebentar, lagi seru neh filmya. Nanti Sasi pasti mandi deh..” Sasi memang sangat menggemari film kartun.&lt;span class="fullpost"&gt;    Dan dia berharap, sesampai nya di sekolah dia dapat bercerita bersama teman teman nya tentang film kartun itu. Suara ibu terdengar lagi menyuruh Sasi untuk segera mandi. Sasi melihat jam dinding yang ada di depannya. Dia terkejut karena mendapati sudah jam 7 kurang ¼. Itu artinya sekolah sebentar lagi masuk. Tapi dasar Sasi memang bandel, dia masih terus saja nonton. Akhirnya film selesai juga. Tapi jam sudah menunjukkan jam 7. Akhirnya dengan terburu buru Sasi mandi. Dan mulailah kekacuan itu terjadi, dari buku PR yang terselip, sampai kaos kaki yang entah bersembunyi dimana. Sasi mulai nangis dan dia tidak mau berangkat sekolah, karena sudah terlambat dan malu dengan guru dan temannya. Akhirnya ibu mulai membantu Sasi mencari buku PR dan kaos kakinya itu. Setelah semua ditemukan, ibu mulai membujuk Sasi untuk mau pergi sekolah. Sasi dengan tampang cemberut tetap tidak mau sekolah. Ibu  berkata kepada Sasi, “Sasi, bukannya tadi ibu sudah memperingatkan kamu untuk segera mandi? Tapi apa yang Sasi lakukan? Sasi tetap asik menonton. Ibu bukannya melarang Sasi untuk menonton. Sasi boleh saja nonton, tapi kalau sudah waktunya untuk sekolah, Sasi tetap harus sekolah, pulang sekolah kan Sasi masih bisa nonton. Itu juga kalau PR Sasi sudah selesai. Sekarang akibatnya Sasi sendiri kan yang merasakan. Sasi jadi terlambat ke sekolah? Sasi teringat tadi memang ibu sudah memanggil Sasi untuk mandi, hanya Sasi saja yang cuek. Sasi merasa bersalah dan malu karena tidak mau mendengarkan perintah ibu, padahal ibu melakukan itu untuk kebaikan Sasi juga. Akhirnya Sasi meminta maaf kepada ibu dan berjanji mulai saat itu untuk meuruti perintah ibu. Dan dengan diantar oleh ibu akhirnya Sasi mau juga berangkat ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-3428539614783758629?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/3428539614783758629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=3428539614783758629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3428539614783758629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3428539614783758629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/pelajaran-berharga.html' title='Pelajaran Berharga'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-8235592648275951385</id><published>2010-10-02T10:46:00.002+07:00</published><updated>2010-10-02T10:46:47.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Kasih ibu "GRATIS"</title><content type='html'>Suatu Sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Kemudian anak tersebut menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisnya. Setelah sang Ibu mengeringkan tangannya dengan celemek, lalu ia membaca tulisan itu dan inilah isinya :&lt;br /&gt;untuk memotong rumput, dua ribu rupiah&lt;br /&gt;untuk membersihkan kamar tidur, seribu rupiah&lt;br /&gt;untuk pergi ke toko disuruh ibu, lima ratus rupiah&lt;br /&gt;untuk membuang sampah, seribu rupiah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;untuk nilai raport yang bagus, tigaribu rupiah&lt;br /&gt;untuk membersihkan dan menyapu halaman, lima ratus rupiah&lt;br /&gt;jadi jumlah UTANG IBU : DELAPAN RIBU LIMA RATUS RUPIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ibu memandang anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang Ibu, kemudian ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, lalu ia menulis :&lt;br /&gt;Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, GRATIS&lt;br /&gt;untuk setiap malam ibu menemani kamu, GRATIS&lt;br /&gt;untuk mengobati kamu dan mendoakan kamu, GRATIS&lt;br /&gt;untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurusmu, GRATIS&lt;br /&gt;untuk seluruh jumlah harga cinta ibu adalah GRATIS&lt;br /&gt;untuk semua mainan, makan dan baju semua GRATIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku…. Seandainya kamu menjumlahkan semuanya, akan kau dapati bahwa seluruhnya adalah GRATIS..”&lt;br /&gt;Seusai apa yang dibaca ibunya, sang anak pun berlinang air mata kemudian sang anak menatap wajah ibunya, ia berkata : ” Bu, aku sayang sekali sama ibu ” lalu anak itu mengambil pulpen dan menuliskan kata dengan huruf besar : LUNAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-8235592648275951385?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/8235592648275951385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=8235592648275951385' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/8235592648275951385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/8235592648275951385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/kasih-ibu-gratis.html' title='Kasih ibu &quot;GRATIS&quot;'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-3001620449482867283</id><published>2010-10-02T10:44:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T10:44:59.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Luke</title><content type='html'>Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya. "Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia". "Kau tidak perlu meyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. "Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yang dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. "Pelatih", panggilnya. "Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih ekstra keras dalam beberapa hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. "Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu." Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. "Pertandingan yang sangat mengagumkan," katanya kepada Luke. "Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesenggukan ia berkata, "Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik akibat kecelakaan itu. Minggu lalu.... Ibuku meninggal." Luke kembali menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata, "Hari ini... hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka...". Luke kembali menangis terisak-isak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke. Ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orangtuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya. Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-3001620449482867283?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/3001620449482867283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=3001620449482867283' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3001620449482867283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3001620449482867283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/luke.html' title='Luke'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-5312179907933396050</id><published>2010-10-02T10:37:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T10:37:03.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>"Berapa gaji ayah?"</title><content type='html'>Andi adalah seorang pekerja keras. Seperti biasa, malam itu dia pulang ke rumah dalam keadaan letih dan kesal. Hari ini pimpinannya memarahinya karena perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Sewaktu masuk ke kamar nya untuk beristirahat, dia melihat anaknya Beny sedang duduk di ranjangnya. Dengan nada marah Andi menegur anaknya, “apa yang kau lakukan malam malam begini di kamar ayah? Sana tidur di kamarmu sendiri, ayah cape dan mau segera tidur.” Beny tetap tidak bergerak dari tempatnya. Dia malah bertanya kepada ayahnya. “Ayah, berapa gaji yang ayah terima dalam satu bulannya?”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Sambil membentak anaknya, Andi menjawab, “Mau apa kamu bertanya tentang berapa gaji ayah? Kamu tidak usah tau berapa gaji ayah, yang penting kan semua kebutuhan kamu, sudah ayah penuhi. Masih kurang apa lagi?” Dengan nada memelas, Beny menjawab, “ayah, tolong jawab saja.” “Enam juta.” “Maaf, ayah. Boleh Beny bertanya lagi?”. Maka, semakin kesallah Andi mendengar pertanyaan anaknya itu. “Mau tanya apa lagi? Masih belum cukup jawaban ayah? Ayah cape, mau istirahat dan besok pagi pagi sudah harus berangkat kerja.” “Tolong ayah. Tolong ayah jawab saja pertanyaan Beny. Berapa gaji ayah per jam nya?” Karena ingin segera beristirahat, maka pertanyaan anaknya dijawab asal saja oleh Andi. “ Dua puluh lima ribu. Nah, sudah puas kamu sekarang? Sana pergi tidur, ayah mau tidur.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beny terdiam mendengar jawaban ayahnya itu. Dengan suara takut, Beny bertanya lagi. “Kalau begitu ayah, bolehkah Beny meminjam uang ayah, sebanyak 20.000 saja. Uang Beny masih kurang segitu. “ Kali ini Andi benar benar marah kepada Beny. “ Kamu kemanakan uang saku kamu selama ini? Uang sakumu masih kurang? Untuk anak sekecil kamu, perlu apa uang saku banyak banyak? Jawab’ jangan hanya menunduk diam saja!”. “Ngg….ayah… tapi boleh kan Beny pinjam uang ayah?” “ Ya sudah, tapi kali ini saja, tidak ada untuk yang kedua kalinya.” “Terimakasih ayah. Sebenarnya uang itu Beny perlu untuk membayar waktu ayah selama satu jam saja. Beny ingin sekali bermain bersama sama dengan ayah. Satu jam saja ayah. Padahal Beny ingin sekali seperti teman teman Beny yang lain, yang bisa bermain bersama ayahnya.  Selama ini kalau Beny mendengar cerita teman teman Beny yang bermain bersama ayahnya, Beny iri sekali.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penuturan anaknya itu, tersadarlah Andi, betapa selama ini dia terlalu sibuk dan melupakan Beny anaknya. Dia berpikir selama ini Beny sudah cukup bahagia dengan segala materi yang diberikannya. Dia lupa kalau Beny juga perlu perhatian darinya. Dengan terharu, Andi memeluk Beny dan meminta maaf padanya, dan Andi berjanji dalam hatinya. Mulai sekarang aku akan lebih meluangkan waktu untuk Beny anaknya.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-5312179907933396050?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/5312179907933396050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=5312179907933396050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/5312179907933396050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/5312179907933396050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/berapa-gaji-ayah.html' title='&quot;Berapa gaji ayah?&quot;'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-4719707720322312487</id><published>2010-10-02T10:30:00.002+07:00</published><updated>2010-10-02T10:30:30.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Memberi bukan menerima</title><content type='html'>Pada suatu hari, seorang petani Skotlandia yang hidup miskin mendengar tangisan seorang anak kecil yang terperosok ke dalam lumpur. Sang anak masuk kedalam lumpur yang amat berbahaya. Sang petani tersebut bernama Fleming, ia dengan cepat membantu si anak kecil keluar dari lumpur tersebut. Anak itu pun selamat dan dapat kembali ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;Keesokan harinya, ayah dari sang anak yang diselamatkan oleh Fleming datang kerumahnya. Sang Ayah ini mengucapkan terima kasih kepada Fleming. Kebetulan ia salah satu orang kaya. Ia menawarkan apa saja yang diinginkan oleh FLeming sebagai ucapan terima kasih atas jasa fleming menyelamatkan anaknya. Namun Fleming dengan rendah hati menolaknya, karena ia melakukan hal tersebut dengan sukarela.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun sang ayah dari anak yang diselamatkan ini mengajukan satu permintaan. Karena ia melihat ternyata Fleming juga memiliki seorang anak. Ia melihat kondisi rumah Fleming yang kecil dan kehidupannya yang miskin, pastilah Fleming tidak mampu membiayai sekolah anaknya hingga level universitas. Maka Orang kaya ini menawarkan akan membiayai sekolah anak Fleming hingga level universitas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu, Anak Fleming kemudian dimasukkan ke universitas terbaik saat itu, yaitu St. Marys Hospital Medical School di London. Syukurnya anak fleming juga tidak menyia nyiakan kesempatan yang diberikan orang kaya tersebut.&lt;br /&gt;Anak Fleming belajar dengan tekun dan menjadi sangat terkenal. Ia menemukan sebuah obat yang bernama Penicilin. Anak Fleming ini bernama Sir Alexander Fleming.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bertahun tahun kemudian, anak si orang kaya yang membiayai kuliah fleming terserang pneumonia. Saat itu, tahukah anda satu satunya obat yang mampu menyelamatkan sang anak adalah Penicilin. Ya penicilin yang ditemukan oleh alexander fleming. Nama anak orang kaya tersebut adalah Sir Winston Churchill (Mantan PM Inggris).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu Winston Churchill berkata kepada Alexander Fleming “ Dulu ayah yang menyelamatkan saya, ketika saya masuk kedalam lumpur. Lihat sekarang anda yang telah menyelamatkan hidup saya. Keluarga saya berhutang budi dua kali kepada keluarga Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-4719707720322312487?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/4719707720322312487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=4719707720322312487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/4719707720322312487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/4719707720322312487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/memberi-bukan-menerima.html' title='Memberi bukan menerima'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-6960435932464549971</id><published>2010-10-02T10:26:00.002+07:00</published><updated>2010-10-02T10:26:41.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Terjatuh</title><content type='html'>Pada olimpiade musim panas tahun 1982 di Barcelona, Spanyol, terjadi sebuah peristiwa yang menarik perhatian dunia. Ketika Derek Redman melangkah menuju arena, dia membayangkan kemenangan yang akan diraihnya. Inilah saat yang telah dinantikannya, seumur hidupnya. Dalam hatinya, ia tahu, bahwa inilah perlombaan yang telah Tuhan tetapkan baginya, sejak semula ia diciptakan. Pada menit terakhir sebelum perlombaan itu dimulai, ia memandang ke arah deretan kursi penonton, mencari-cari wajah ayahnya. Memang ia ingin meraih kemenangan dalam lomba itu untuk dirinya. Tetapi, lebih dari itu ia ingin memenangkan lomba itu demi ayahnya. Ayahnya, yang telah memberikan dan mengorbankan begitu banyak banyak hal, agar ia dapat masuk menjadi peserta olimpiade itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Sekarang ia memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sebagai tanda balas budi kepada ayahnya. Inilah saatnya untuk membuat ayahnya bangga padanya. Lalu tembakan ke udara tanda mulai berbunyi. Derek berlari, mengerahkan seluruh kekuatannya. Segalanya tampak baik sampai akhirnya Derek memasuki putaran terakhir. Tiba-tiba terjatuh di tengah lintasan larinya. Ia mengalami kram pada kakinya. Rasa nyeri yang hebat mencengkeramnya. Dia berusaha untuk berdiri; berusaha untuk melompat; namun rasa nyeri itu terlalu menyakitkan baginya. Detik demi detik berlalu, bagai berjam-jam baginya, saat dia rebah menggeliat kesakitan. Dia tidak percaya, beginilah akhir dari perjalanannya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dia khawatir tentang apa yang dipikirkan ayahnya saat itu, apakah ayahnya merasa malu? Apakah ayahnya akan berpaling darinya dan meninggalkannya? Mungkinkah ayahnya berpikir: Oh, bagus sekali. Jadi selama ini waktu terbuang percuma hanya untuk seorang yang bahkan tidak dapat menyelesaikan pertandingan sama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sama sekali bukan itu yang sedang dipikirkan oleh ayahnya. Jauh diatas sana, di antara kursi-kursi penonton, ayahnya melompat berdiri. Segera ia menyelusup di antara kerumunan penonton. Saat itu ada ribuan penonton yang sedang berdiri, melihat anaknya, dan terkejut melihat anaknya sedang menderita di dalam arena. Akhirnya sang ayah berhasil mencapai garis batas lintasan lari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penjaga keamanan menghentikannya, dan berkata, "Tidak seorangpun diijinkan masuk ke dalam arena."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Derek menjawabnya dengan kata-kata sederhana, "Itu anak saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka penjaga itu tidak menghalanginya lagi. Dia melewati para penjaga itu dan masuk ke dalam lintasan lari. Dan sementara ribuan orang bersorak riuh rendah padanya, dia memapah anaknya menuju ke garis finish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-6960435932464549971?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/6960435932464549971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=6960435932464549971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6960435932464549971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6960435932464549971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/terjatuh.html' title='Terjatuh'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-2543313990168074639</id><published>2010-10-02T10:23:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T10:23:14.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Konflik yang mendewasakan</title><content type='html'>Konflik merupakan sesuatu yang buruk dan menyakitkan sehingga terkadang anda menghindarinya. Tetapi keharmonisan dan ketenangan dalam rumahtangga cenderung mengarahkan pasangan menjadi kurang berkembang. Memang sedikit sulit dipercaya saat mendengar ada pasangan tidak pernah berkonflik sama sekali. Dalam kenyataan mereka adalah dua individu yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri dan yang berbeda dalam jumlah besar. Hal ini menandakan bahwa sewaktu-waktu mereka bisa tidak sejalan atau berlawanan arah dalam memuaskan kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sewajarnya bila konflik merupakan salah satu ciri kehidupan dalam rumah tangga dan kemampuan menghadapi konflik dijadikan persyaratan mutlak setiap individu yang melibatkan diri dalam sebuah perkawinan. Sebenarnya konflik merupakan bunga dari sebuah pernikahan. Karena tanpa konflik sebuah pernikahan hanyalah khayalan semu. Tapi tidak sedikit pasangan suami istri terpaksa berpisah karena konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik suami istri bisa tampil dalam berbagai reaksi perilaku seperti pertengkaran-pertengkaran kecil, perdebatan, saling tidak tegur. Setelah itu berpisah ranjang, perkelahian seru, menghilang dan meninggalkan rumah, hingga bisa mengarah kepada perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara emosional, berkonflik dengan orang yang paling dekat dan paling anda sayangi adalah suatu keadaan yang sangat tidak menyenangkan. Apalagi kalau masalahnya tidak dapat terselesaikan. Tidak heran bila orang menjadi takut untuk berkonflik dan berusaha sedapat mungkin menghindarinya. Padahal konflik selalu akan terjadi bila dua orang yang memiliki kepentingan masing-masing, salah satu pihak memiliki anggapan bahwa pihak yang lain akan merugikan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi potensial konflik. Setiap orang ada kondisi-kondisi tertentu yang dapat dianggap sebagai sumber atau penyebab munculnya konflik. Demikian pula dalam kehidupan suami istri, secara potensial sumber tersebut berada pada beberapa faktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi. Salah satu hal yang sampai saat ini diyakini sebagai penyebab utama konflik adalah komunikasi yang buruk. Hal ini bisa berupa verbalisasi yang tidak jelas, cara bicara yang menyakitkan, penggunaan kata-kata yang kurang baik, ekspresi wajah tidak menyenangkan, nada suara yang merendahkan atau melecehkan pihak lain dan sebagainya. Ketidakmampuan salah satu pihak atau kedua belah pihak dalam berkomunikasi bisa menyebabkan konflik yang cukup serius. Selain itu telah dibuktikan bahwa rendahnya frekuensi atau terlalu banyak komunikasi juga merupakan salah satu penyebab konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian peran. Dari sejak awal pernikahan, biasanya setiap pasangan suami istri melakukan pembagian peran dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam pernikahannya. Pembagian peran bisa sangat jelas, dibagi berdasarkan peran jenis kelamin atau berdasarkan kemampuan dan keterampilan masing-masing. Mereka telah sepakat untuk menjalankan tanggungjawabnya. Tetapi dalam perjalannya akan terjadi perubahan dan salah satu pihak akan merasa mendapat beban tanggungjawab lebih besar, selagi yang lain dilihat kurang bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian peran berdasarkan spesialisasi atau peran jenis kelamin seperti merawat, membesarkan anak, memasak dan urusan rumahtangga seringkali dirasakan semakin berat daripada tugas lain yang tidak menuntut rutinitas. Perasaan terbebani dan diperlakukan tidak adil bisa menjadi sumber konflik yang berkepanjangan bila tidak pernah diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan individual. Potensi sumber konflik terbesar adalah perbedaan individu suami istri, terutama yang bersumber pada sistem nilai dan ciri kepribadian masing-masing suami istri dengan nilai-nilai yang berbeda. Apalagi bertentangan akan sangat mudah berkonflik dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan juga menunjukkan bahwa orang-orang dengan tipe kepribadian tertentu seperti sikap ingin menang sendiri, sulit mengubah pendapat, kurang percaya diri, merasa lebih berhak dari orang lain, penuh kecurigaan, tidak pernah puas dan semacamnya akan lebih sering menjadi sumber konflik dalam pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyikapinya. Jika potensi untuk berkonflik ada pada setiap orang dan konflik selalu bisa terjadi sewaktu-waktu. Ada pandangan yang membedakan manfaat dari konflik dalam pernikahan yaitu cara pandang tradisional dan cara pandang non-tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan tradisional berkembang dari sebuah asumsi bahwa konflik adalah sesuatu yang buruk, menyakitkan sehingga harus dihindarkan. Sebagai rangkaian tingkah laku, konflik dipandang negatif dan seringkali artinya sama dengan pertentangan, keributan dan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang memiliki cara pandang ini menghargai hubungan manis suami istri yang tidak ditandai oleh adanya konflik. Dalam nasihat dan saran-saran yang diberikan kepada pasangan baru, para istri diingatkan untuk bisa menjaga ketenteraman rumahtangga. Pandangan tradisional juga menempatkan istri sebagai pihak yang harus mengalah, patuh dan melayani suami. Nilai-nilai tradisional ini membawa istri kepada keadaan dimana dia akan lebih banyak menerima, mengalah atau berkorban untuk kompromi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara padang non-tradisional didasari oleh pemikiran bahwa konflik antara suami istri adalah manusiawi dan harus diterima sebagai kenyataan. Pandangan non-tradisional bahkan menekankan bahwa keharmonisan, kedamaian dan ketenangan dalam rumahtangga cenderung mengarahkan individu suami istri menjadi statis, mandeg, apatis atau kurang tergerak untuk maju serta berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya dua pandangan tersebut setiap pasangan suami istri dapat menetapkan apa yang akan menjadi tujuan dari bahtera rumahtangganya. Apakah pelayaran yang tenang di atas air tanpa riak gelombang atau berani menempuh badai di luas samudra? Tentu saja jawabannya tergantung pada dua pribadi yang menjalani kehidupan itu. Karena disamping adanya pilihan untuk tetap statis atau bergerak dinamis, setiap pasangan perlu mempertimbangkan apakah konflik yang berkembang perlu dihadapi atau dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada konflik yang memberikan manfaat bagi kedua pihak tapi ada juga jenis konflik tertentu yang sama sekali tidak bermanfaat. Macam konflik yang dalam proses penyelesaiannya dapat memberikan kejelasan mengenai kepentingan masing-masing pihak dan membuka kesempatan lebih mengerti, menemukan jalan keluar bersama, merupakan konflik yang bermanfaat serta perlu dihadapi. Tapi bila pertentangan tersebut menyangkut hal yang akan membuat salah satu atau kedua pihak merasa terhina, tertekan atau kehilangan harga diri maka konflik tersebut harus dihindari. Jadi semua tergantung bagaimana anda menyikapi pertengkaran tersebut, jangan pernah menyelesaikannya secara emosional karena tidak akan terselesaikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-2543313990168074639?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/2543313990168074639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=2543313990168074639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2543313990168074639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2543313990168074639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/konflik-yang-mendewasakan.html' title='Konflik yang mendewasakan'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-7054182090921952106</id><published>2010-10-02T10:21:00.002+07:00</published><updated>2010-10-02T10:21:46.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Office boy</title><content type='html'>Seekor harimau yang nyasar disuatu perusahaan, karena ketakutan akan ditemukan, sang harimau bersembunyi di toilet perusahaan. Berhari-hari ia cukup aman bersembunyi didalam toilet. Tak seorang pun memperhatikan toilet tersebut, karena jarang dipakai. Itu adalah toilet eksekutif. Namun setelah beberapa hari bersembunyi, sang harimau mulai kelaparan. khirnya ia memutuskan untuk menyantap apapun yang ditemukannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pagi itu, Ka HRD perusahaan, masuk ketoilet. Betul-betul santapan yang lezat bagi sang harimau. Maka, setelah melihat situasi cukup aman, akhirnya harimau tersebut langsung menerkam Ka HRD perusahaan itu. Berhari-hari setelah ka HRD hilang, ternyata perusahaan aman terkendali dan tidak terjadi masalah apapun. Dan sang harimau lapar lagi. Kali in ia menunggu korban kedua. Ternyata, korban kedua tersebut adalah President Direktur(Presdir) perusahaan itu yang banyak mengurusi urusan-urusan utama dalam perusahaan &amp; urusan penting lainnya. Ketika ia sedang menikmati aktivitas alaminya, ia pun diterkam oleh&lt;br /&gt;harimau itu. Setelah kejadian itu, perusahaan tetap tenang, bahkan sampai berhari-hari setelah peristiwa itu, tak ada yang geger dan merasa kehilangan dengan lenyapnya Ka HRD maupun President Direktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, untuk ketiga kalinya setelah beberapa hari lewat, sang harimau pun lapar lagi. Pagi itu yang masuk adalah sang office boy. Hari itu, sang office boy membersihkan toilet eksekutif tersebut. Setelah melihat situasi aman, sang harimau menerkamnya. Selang beberapa jam kemudian, perusahaan tersebut menjadi geger, oranng-orang mulai mencari sang office boy yang hilang, karena mereka membutuhkannya untuk fotocopi, mengantarkan dokumen, melayani tamu, dan urusan-urusan lainnya, hal itu membuat mereka sibuk mencari sang office boy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keamanan pun dikerahkan untuk mencari sang office boy. Semua orang sibuk mencari sampai kepelosok kantor. Justru karena sang harimau telah memakan sang office boy perusahaan menjadi geger dan harimau itu ditemukan ditoilet eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-7054182090921952106?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/7054182090921952106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=7054182090921952106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/7054182090921952106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/7054182090921952106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/office-boy.html' title='Office boy'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-9061555057087181722</id><published>2010-10-02T10:19:00.002+07:00</published><updated>2010-10-02T10:19:25.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Ini pun akan berlalu</title><content type='html'>Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu: INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah…,” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana-sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan. Ketika panen gagal, dia juga ingat bahwa: INI PUN AKAN BERLALU, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naik-turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-9061555057087181722?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/9061555057087181722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=9061555057087181722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/9061555057087181722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/9061555057087181722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/ini-pun-akan-berlalu.html' title='Ini pun akan berlalu'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-2707979314291807443</id><published>2010-10-02T10:17:00.001+07:00</published><updated>2010-10-02T10:17:42.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Buah kesetiaan</title><content type='html'>Seorang petani untuk menghidupi keluarganya ia harus bekerja di sawah di sawah. Dia harus bangun pagi-pagi, pergi ke sawah, mem bawa cangkul, menabur benih di tengah teriknya panasnya matahari. Dan ketika ia pulang, sudah menuaikah hasil taburannya? &lt;br /&gt;Belum !! &lt;br /&gt;Dia membawa pulang cangkul dan pakaian berlumur tanah dan keringat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Di hari besoknya dia berangkat membawa cangkul pergi ke sawah, sepulang dr rumah. Adakah ia dapat hasil tuaiannya? Belum !! Hanya baju lumur tanah, dan keringat . Kemudian besoknya dan besoknya lagi dan lagi sampai suatu ketika petani itu membawa pulang hasil tuaiannya. Begitu juga kesetiaan kita, tetap sabar sebab Allah mengenal dan tahu batas kemampuan kita. Sehingga kuasanya akan tampak tepat pada waktuNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mengenal hamba-hambaNya yang mengasihi Dia, kadang penderitaan dan beban di ijinkan datang oleh Allah. Tapi tidak datang dari Dia, hanya mengijinkan. Merenung dari kisah Ayub bagaimana dia tetap setia terhadap Allah walau kesusahan menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan adalah bentuk kasih kita terhadap Allah, sebab Allah berkuasa atas hidup suka dan dukanya kita. Tetap sabar dan teguhkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-2707979314291807443?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/2707979314291807443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=2707979314291807443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2707979314291807443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2707979314291807443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/buah-kesetiaan.html' title='Buah kesetiaan'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-4576777396263030982</id><published>2010-10-02T10:12:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T10:12:17.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Pilihan</title><content type='html'>Bersama seorang teman aku ke Starbucks di samping gereja parokiku. Aku tercengang ketika kopi pesanan kami datang. Ternyata kami sama- sama memilih Latte Coffee. Apakah kami memiliki selera yang sama??? Mungkin saja. Namun bagiku, kopi jenis apa saja sejauh masih memiliki kadar cafeine, pasti akan memenuhi seleraku. Maklumlah!!! Hampir sebahagian besar syaraf-syarafku amat tergantung pada stimulasi racun kopi ini. Setiap pagi saya boleh saja tidak sarapan pagi, tetapi tak bisa melewatkan pagi hari tanpa kopi. Karena itu aku yakin, kalau pilihan latte tersebut di atas tak dapat menjadi jaminan bahwa aku bersama temanku itu memiliki selera kopi yang sama. Itu cuman suatu kebetulan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Namun secangkir kopi membutuhkan teman yang serasi. Aku memesan apple pie. Temanku, setelah ragu sejenak akhirnya berhasil memesan kue tart coklat. Namun ketika pesanan kami datang, temanku mulai melirik ke arah apple pie pesananku. Ia nampak menyesal dengan pilihannya. \"Huh...kalau seandainya aku memilih apple pie, pasti lebih enak deh.\" Demikian gumamnya. Namun tak ada pilihan lain. Tart coklat di hadapannya perlahan-lahan dilahapnya habis, walau rasa kecewa atas pilihannya masih bercokol di hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin tak ada jaminan bahwa kalau seandainya temanku memilih apple pie ia akan merasa lebih bahagia, ia akan merasa puas. Mungkin ia akan juga merasa kecewa karena telah memilih apple pie. Oh....hidup manusia setiap hari selalu berhadapan dengan sejuta pilihan. Walaupun mungkin alunan hari ini tak jauh berbeda dengan hari kemarin serta tak menawarkan banyak variasi pilihan, namun pilihan yang harus aku buat hari ini merupakan milik hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengenang peristiwa apple pie ini, aku tersadar melihat diriku sendiri. Aku (kita) sering kali mengeluh dan terus mengeluh karena mataku (mata kita) cuman terpusat pada apa yang tak aku/kita miliki. Aku mengeluh karena kekurangan ini dan itu, aku mengeluh karena tak memiliki apa yang dimiliki tetanggaku. Aku sungguh membuang banyak waktuku yang sebenarnya bisa dipakai untuk menikmati apa yang telah aku miliki, walaupun mungkin amat terbatas. Dan mulutkupun selalu lupa untuk mengeluarkan kata-kata syukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-4576777396263030982?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/4576777396263030982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=4576777396263030982' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/4576777396263030982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/4576777396263030982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/pilihan.html' title='Pilihan'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-3622339310667205856</id><published>2010-10-02T07:00:00.003+07:00</published><updated>2010-10-02T10:10:34.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>Kesialan yg berkat</title><content type='html'>Beberapa tahun lalu di Skotlandia, keluarga Clark memiliki impian, Clark dan istrinya telah bekerja dan menabung, memiliki beberapa rencana untuk mereka dan kesembilan anak mereka untuk berkunjung ke Amerika. Sudah bertahun-tahun, akhirnya tabungan mereka cukup dan sudah membuat paspor dan tiket kapal untuk semua keluarga berangkat ke Amerika.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Semua keluarga sudah bersiap-siap dan semangat. Namun, tujuh hari sebelum keberangkatan mereka, anak bungsunya di gigit anjing. Dokter menjahit lukanya, tetapi ia menaruh pita kuning di pintu depan Clark. Karena ada kemungkinan rabies, mereka di karantina selama 14 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian keluarga itu hancur. Mereka tidak bisa pergi ke Amerika seperti yang sudah direncanakan. Clark sangat kecewa dan juga marah. Ia berdiri di pinggir pelabuhan dan menyaksikan kapal itu berangkat, tanpa keluarganya. Ia mencucurkan air mata kekecewaan dan memaki anaknya, juga Tuhan karena kesialan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima hari kemudian, berita tragis menyebar ke seluruh Skotlandia. Kapal Titanic yang besar itu tenggelam. Kapal besar itu tenggelam dan menyebabkan ratusan korban meninggal. Keluarga Clark seharusnya ada di dalam kapal itu, tetapi karena seorang anaknya di gigit anjing, mereka terpaksan batal berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Clark mendengar berita itu, ia memeluk anaknya dan berterima kasih karena menyelamatkan seluruh keluarga. Ia juga bersyukur kepada Tuhan karena menyelamatkan nyawa mereka dan mengubah pandangannya tentang kesialan itu sebagai sebuah berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita lihat sebagai kesialan, bisa jadi adalah cara Tuhan untuk menyelamatkan kita. Ia tidak pernah merancangkan kesialan dalam hidup kita. Seringkali kita yang menganggapnya sebagai kesialan melalui kacamata kita dan menyalahkan Tuhan dan orang lain karena telah membuat rencana kita hancur. Padahal Tuhan sedang bekerja untuk memperbaiki atau mengubah rencana kita, sekaligus merancangkan berkat dan kebaikan buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yeremia 29:11 : &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;SEBAB AKU INI MENGETAHUI RANCANGAN-RANCANGAN APA YANG ADA PADAKU MENGENAI KAMU, DEMIKIANLAH FIRMAN TUHAN, YAITU RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA DAN BUKAN RANCANGAN KECELAKAAN, UNTUK MEMBERIKAN KEPADAMU HARI DEPAN YANG PENUH HARAPAN.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-3622339310667205856?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/3622339310667205856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=3622339310667205856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3622339310667205856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3622339310667205856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/kesialan-yg-berkat.html' title='Kesialan yg berkat'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-662142733270484058</id><published>2010-10-01T22:51:00.000+07:00</published><updated>2010-10-01T22:51:53.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Benarkah Setiap Ibu Miliki 23 Profesi</title><content type='html'>VIVAnews - Tanpa disadari, seorang ibu menjalankan multiperan dalam kehidupan rumah tangga. Mulai dari koki menyiapkan masakan untuk keluarga, penata rambut anak, hingga manajer keuangan rumah tangga.&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari laman Daily Mail, peneliti Chessington World of Adventures menemukan bahwa mayoritas ibu modern melakukan 23 pekerjaan berbeda demi menyeimbangkan karier dan kehidupan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Hari libur, mungkin paling dinanti oleh suami dan anak-anak untuk bersantai di rumah. Tetapi bagi ibu, hari libur berarti mereka harus bekerja selama 13 jam. "Para ibu di seluruh dunia bekerja sangat keras dengan melakukan banyak hal dalam satu waktu," kata para peneliti.&lt;br /&gt;"Sungguh menakjubkan mengetahui bagaimana mereka melakukan semuanya dalam satu hari, dan sekaligus menjelaskan mengapa mereka memiliki sedikit waktu untuk diri sendiri untuk sekedar melepas lelah."&lt;br /&gt;Penelitian dilakukan dengan mewawancarai 2.500 ibu rumah tangga, terkait aktivitas mereka selama masa libur sekolah. Lebih dari separuh mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan cukup bantuan dari anggota keluarga untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Padahal, enam dari setiap 10 ibu berharap pasangannya sedikit membantu. Sebanyak 3/4 tegas meminta suami membantu mengurus rumah.&lt;br /&gt;Sebanyak 2/3 mengaku benar-benar lelah ketika libur sekolah tiba. Tujuh di antara 10 ibu rumah tangga justru mengaku mendapat waktu istirahat lebih layak ketika anak-anak kembali ke sekolah. Berdasar penelitian , ibu rumah tangga hanya memiliki waktu rata-rata 42 menit per hari untuk santai sempurna. (pet)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-662142733270484058?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/662142733270484058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=662142733270484058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/662142733270484058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/662142733270484058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/benarkah-setiap-ibu-miliki-23-profesi.html' title='Benarkah Setiap Ibu Miliki 23 Profesi'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-6900932763574300160</id><published>2010-10-01T22:29:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T22:30:10.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PROSES KATEKESE'/><title type='text'>Melestarikan Lingkungan Hidup</title><content type='html'>Pemikiran Dasar/Gagasan Pokok&lt;br /&gt;Lingkungan hidup dan alam sekitar perlu kita rawat dan pelihara demi kebaikan manusia dan untuk generasi yang akan datang. Tidak banyak yang peduli, namun ada yang sudah memulai dengan sukarela tanpa mengharapkan imbalan apa-apa, seperti yang dilakukan oleh Bang Idin atau nama lengkapnya H. Chaerudin di kali pesanggrahan, dengan tekad yang berawal dari kenangan masa kecil untuk bisa hidup selaras dengan alam, mulai dari hal kecil yaitu membuang sampah dengan benar lalu berkembang menjadi penanaman pohon-pohon disekitar kali pesanggrahan. &lt;span class="fullpost"&gt;    Setiap orang diminta menanam pohon, pagar beton dibantaran sungai dibongkar dengan sukarela untuk digantikan dengan pagar alami, pekerjaan yang tidak sebentar namun tetap dengan konsisten dilakukan. Efek yang dihasilkan sungguh besar, ketika pohon-pohon tersebut sudah bisa mencegah erosi, kali pesanggrahan berubah dari hitam pekat menjadi normal kembali dan ikan kembali hidup, 7 mata air yang semula mati kembali mengeluarkan air dan burung-burung bisa tinggal di pepohonan, dan kawasan kali pesanggarahan seluas 40 hektar menjadi asri sebagai tujuan wisata baik dari dalam dan luar negeri.  &lt;br /&gt;Apa yang telah dilakukan oleh Bang Idin kembali menegaskan hakikat manusia sebagai gambaran Allah (Kej 1: 26) “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”  Allah menghendaki agar kita menjaga dan melestarikan lingkungan dan alam. Berkuasa bukan berarti semena-mena, tetapi dengan segala kebijaksanaan yang dimiliki sebagai Citra Allah, manusia harus mampu merencanakan, mengolah dan memanfaatkannya demi kebaikan bersama. &lt;br /&gt;Melalui pertemuan ini, peserta diajak untuk kembali memahami hakikat kita sebagai Citra Allah, yang senantiasa menghargai dan bertanggung jawab atas apa yang telah dipercayakan Allah kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;Melalui proses katekese ini umat diajak untuk:&lt;br /&gt;- Peserta memahami bahwa alam itu adalah ciptaan Tuhan dan kita diminta untuk menjaga karena ciptaan itu baik adanya&lt;br /&gt;- Peserta dipanggil untuk peduli pada lingkungan hidup dan alam&lt;br /&gt;- Peserta diajak untuk ikut serta dalam pemeliharaan lingkungan hidup melalui langkah nyata kepedulian pada lingkungan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Bahan :&lt;br /&gt;1. Kejadian 1 : 26 – 30&lt;br /&gt;2. Artikel Viva News “Pejuang Tepian Sungai”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana :&lt;br /&gt;1. Teks KS Kej 1 : 26 – 30&lt;br /&gt;2. Artikel Viva News “Pejuang Tepian Sungai”&lt;br /&gt;3. Musik Instrumen&lt;br /&gt;4. Lagu “........” (pembuka)&lt;br /&gt;5. Lagu “........” (penutup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta :&lt;br /&gt;Dewasa (Pertemuan Lingkungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu :&lt;br /&gt;90 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Katekese&lt;br /&gt;1. PEMBUKA :&lt;br /&gt;a. Doa pembuka&lt;br /&gt;b. Lagu pembuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENGALAMAN PELESTARIAN LINGKUNGAN OLEH BANG IDIN&lt;br /&gt;a. Peserta diajak menyimak kisah Bang Idin yang mencoba melestarikan lingkungan di sekitarnya.&lt;br /&gt;b. Peserta diajak untuk menggali makna kisah dengan pertanyaan :&lt;br /&gt;• Apa yang telah dilakukan Bang Idin melihat lingkungan sekitarnya yang mulai rusak?&lt;br /&gt;• Bagaimana pengaruhnya bagi orang-orang di sekitarnya?&lt;br /&gt;• Hal-hal apa saja yang dapat diteladani dari seorang Bang Idin?&lt;br /&gt;c. Fasilitator memberikan beberapa penegasan :&lt;br /&gt;• Bang Idin merupakan seseorang yang memiliki keprihatian terhadap kerusakan lingkungan yang telah terjadi di lingkungan sekitar. Dengan kesadaran, Bang Idin berusaha untuk menata kembali lingkungan sekitarnya yang sudah tidak teratur. Tanpa perintah dari siapa pun, termasuk pemerintah, Bang Idin bekerja tanpa pamrih. Bang Idin bekerja sebagai wujud nyata kecintaannya terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;• Orang-orang di sekitar kali Pesanggrahan dapat menikmati buah, sayuran dan obat yang telah ditanam oleh Bang Idin. Orang-orang juga dapat menikmati rerimbunan tanaman dan hijaunya daun. Orang merasa senang&lt;br /&gt;• Bang Idin merupakan contoh orang yang telah menunaikan tanggung jawabnya sebagai mahluk ciptaan tertinggi, yaitu bertanggung jawab untuk menguasai ciptaan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PANGGILAN MANUSIA UNTUK TURUT MELESTARIKAN LINGKUNGAN&lt;br /&gt;a. Peserta diajak untuk menyimak teks Kejadian 1 : 26 – 30&lt;br /&gt;b. Peserta diajak untuk mendalami makna teks dengan pertanyaan:&lt;br /&gt;• Bagaimana hakikat manusia sebagai ciptaan Allah?&lt;br /&gt;• Hal apa yang membedakan manusia dengan ciptaan yang lainnya?&lt;br /&gt;• Tanggung jawab apa yang harus diemban sebagai gambar dan rupa Allah?&lt;br /&gt;• Apakah kita telah menunaikan panggilan kita sebagai gambar dan rupa Allah?&lt;br /&gt;• Hal-hal apa saja yang telah kita lakukan untuk melestarikan/merusak lingkungan?&lt;br /&gt;c. Fasilitator memberikan beberapa penegasan :&lt;br /&gt;• Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Sebagai gambaranNya, kita memiliki apa yang Allah miliki, yaitu kemampuan akal budi, berkuasa dan kehendak bebas. Kemampuan yang Allah berikan tersebut pastilah bagian dari rencana besar Allah.&lt;br /&gt;• Salah satu rencana besar Allah adalah agar bumi dan seluruh isinya dapat menjadi tempat yang dapat membuat manusia bahagia. Namun kebahagiaan perlu diperjuangan pula oleh manusia, salah satunya dengan menjaga dan melestarikan alam ciptaan yang telah Allah percayakan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SIKAP HIDUP YANG BARU UNTUK MELESTARIKAN LINGKUNGAN&lt;br /&gt;Peserta diajak untuk hening sejenak merenungkan kembali sikap-sikap yang telah dilakukan terhadap lingkungan sekitar (diiringi dengan instrumen), dengan beberpa pertanyaan :&lt;br /&gt;• Bagaimana sikap kita selama ini terhadap lingkungan sekitar kita?&lt;br /&gt;• Apakah kita telah bertanggung jawab melaksanakan tugas perutusan kita sebagai ciptaan yang paling mulia?&lt;br /&gt;• Ataukah kita tidak menghargai gambar dan rupa Allah yang ada dalam diri kita?&lt;br /&gt;• Maukah kita mulai saat ini, mulai menanggapi panggilan perutusan kita untuk menguasai alam ciptaan?&lt;br /&gt;• Hal-hal apa saja yang akan kita lakukan sebagai ungkapan nyata bahwa kita adalah gambar dan rupa Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PENUTUP&lt;br /&gt;a. Doa penutup&lt;br /&gt;b. Lagu penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok VII&lt;br /&gt;Angkatan XIX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-6900932763574300160?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/6900932763574300160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=6900932763574300160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6900932763574300160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6900932763574300160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/melestarikan-lingkungan-hidup.html' title='Melestarikan Lingkungan Hidup'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-2468868044672272272</id><published>2010-10-01T22:27:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T22:30:34.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Pejuang Tepian Sungai</title><content type='html'>&lt;b&gt;Berbekal semangat, ia berhasil mewujudkan hutan wisata seluas 40 hektare di bantaran kali.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews – Haji Chaerudin tak lelah berjuang untuk alam. Bersama Kelompok Tani Sangga Buana, pria yang akrab disapa Bang Idin ini terus berkampanye menghijaukan bantaran kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia wujudkan hutan wisata seluas 40 hektare di tepi Kali Pesanggrahan, Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di sana, pria yang dalam kesehariannya selalu berpakaian Betawi lengkap dengan peci dan golok ini membebaskan pengunjung memetik hasil hutan sembari memancing ikan di kali. “Gratis asal tidak merusaknya,” ujarnya.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ada sekitar 4.000 ribu pengunjung baik lokal maupun mancanegara per tahun yang sengaja datang menikmati keasrian hutan “Bang Idin”. Dipandu para sukarelawan, mereka diajak menikmati ribuan pohon seperti buah-buahan, sayuran, dan tanaman obat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pepohonan yang mulai langka di Jakarta semacam buni, jamblang, kirai, salam, tanjung, kecapi, kepel, rengas, mandalka, drowakan, gandaria, dan bisbul, dapat dijumpai di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keindahan itu berawal dari keprihatinan Bang Idin terhadap kondisi Kali Pesanggrahan di akhir tahun 1980-an. Pria kelahiran 13 April 1956 itu merasa kehilangan indahnya sungai semasa kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menaiki rakit dari pelepah pisang, Bang Idin nekat menyusuri kali selama lima hari enam malam. Ia rekam setiap detail kerusakan yang terjadi. Otaknya berputar mencari jawaban atas hilangnya kicauan burung, ikan-ikan di kali, dan aneka satwa di bantaran kali. Selama itu pula ia mencari tahu mengapa sungai begitu kotor dan bantaran sungai tandus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil petualangannya membuat Bang Idin semakin terobsesi mengembalikan “kesehatan” Kali Pesanggrahan. Maka dimulailah usahanya dengan membersihkan sampah dan bangunan yang menghampar di tepian sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari awal perjuangan Bang Idin cukup berat. Tak jarang ia bersitegang dengan para pembuang sampah sembarangan, terutama pemilik rumah gedongan yang berbatasan dengan bantaran kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Bang Idin punya cara sendiri untuk menggugah kesadaran mereka. Ia kumpulkan sampah-sampah ke dalam plastik lalu digantungnya di pagar rumah-rumah beton itu. “Biar mereka paham sampah itu bau,” ujarnya mengenang peristiwa belasan tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taktiknya ternyata cukup jitu. Perlahan warga sekitar mulai peduli dengan lingkungan. Bahkan demi penghijauan, banyak pemilik rumah gedongan yang membongkar bangunannya di bantaran kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping menghijaukan bantaran, Bang Idin dan kelompoknya juga berhasil menghidupkan kembali tujuh mata air yang sempat mati. Air sungai tak lagi kehitaman, sehingga cukup sehat bagi berkembangbiaknya ikan-ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahnya pun menuai berbagai penghargaan setingkat nasional dan mancanegara. Sebut saja Kalpataru, penghargaan penyelamatan air, piagam dari Abu Dhabi, Jerman, dan Belanda. “Gue nggak bangga. Buat apa penghargaan? Mendingan bantuan pemerintah untuk lingkungan,” ujar bapak dua anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik sikap kerasnya, pria tamatan SMP ini ingin membuktikan, hanya orang yang benar-benar memahami alam yang dapat menyelamatkannya. ”Masyarakat yang di kali seperti gue nih seharusnya dirangkul. Duta lingkungan bukan yang cakep-cakep, tapi yang beneran peduli sama lingkungan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• VIVAnews &lt;br /&gt;Senin, 27 Oktober 2008, 08:24 WIB&lt;br /&gt;Pipiet Tri Noorastuti, Aries Setiawan &lt;br /&gt;http://metro.vivanews.com/news/read/5385-pejuang_tepian_sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-2468868044672272272?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/2468868044672272272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=2468868044672272272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2468868044672272272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2468868044672272272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/10/pejuang-tepian-sungai.html' title='Pejuang Tepian Sungai'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-2678761965441581417</id><published>2010-09-29T14:42:00.002+07:00</published><updated>2010-10-01T22:32:21.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PROSES KATEKESE'/><title type='text'>Hentikan Nafsu Serakah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pemikiran Dasar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Situasi perayaan HUT kemerdekaan RI yang baru saja kita rayakan (17/08/08) diwarnai oleh perasaan gembira dan bahagia. Situasi tersebut nampak, khususnya dalam perlombaan-perlombaan yang digelar setiap kelompok masyarakat. Semangat kerjasama sangat nampak jelas dalam setiap perlombaan, khususnya dalam perlombaan panjat pinang. &lt;span class="fullpost"&gt;Perlombaan panjat pinang jika direnungkan ternyata memiliki makna yang sangat mendalam. Sikap saling mendukung satu sama lain, kerelaan menjadi orang yang ‘di bawah’, dan sikap saling berbagi nampak jelas dalam  setiap kelompok yang ikut serta dalam perlombaan. Mereka rela ‘diinjak-injak’, menjadi tumpuan demi teman-teman seregunya sampai pada puncak pinang, meskipun rasa sakit juga mereka rasakan. Berbagi hadiah setelah sampai di atas, dll.&lt;br /&gt;Namun sayangnya situasi tersebut hanya menjadi fenomena unik yang hanya bisa kita lihat pada saat perayaan HUT kemerdekaan RI saja. Karena dalam kehidupan sehari-hari sikap yang lebih banyak muncul adalah sikap yang bertolak belakang dengan sikap yang ada dalam perlombaan panjat pinang. Keseharian kita lebih sering diwarnai dengan sikap saling menjatuhkan satu sama lain untuk mencapai kepentingan masing-masing, tidak peka melihat kebutuhan orang lain, dsb. Motif di balik pertikaian, pembunuhan, penggunaan narkoba, dll yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari biasanya karena alasan ingin menyelesaikan masalah dengan cara yang ‘instant’, tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.&lt;br /&gt;Sikap tersebut sering dilakukan oleh para ahli Taurat dan imam-iman kepala. Mereka sering menafsirkan dan kadang-kadang memanipulasi hukum Taurat demi kepentingan mereka sendiri, sehingga sering mendatangkan beban yang tidak tertahankan bagi rakyat kecil. Hal tersebut mereka lakukan juga terhadap Yesus, ketika mereka ingin menjerat Yesus (Mat 22:16-22). Mereka menanyakan perihal membayar pajak kepada kaisar diperbolehkan atau tidak. Yesus berada posisi yang cukup sulit karena jika Yesus menjawab ‘boleh’ berarti Yesus dianggap berpihak pada penjajah Roma yang pada saat itu menguasai masyarakat Palestina.  Berpihak pada kaum penjajah, sama saja bergaul dengan kaum kafir yang dianggap orang berdosa, sehingga Yesus dapat dianggap berdosa pula dan dapat dijerat hukum agama. Tetapi jika Yesus menjawab ‘tidak boleh’ berarti Yesus melawan pemerintahan dan dapat pula dijatuhi hukuman (Luk 23:22). Berada dalam situasi semacam ini Yesus berusaha untuk tenang dan tetap bijaksana dalam menentukan sikap. Yesus sebenarnya juga mengetahui maksud para ahli Taurat dan imam-imam kepala yang ingin menjebaknya (Mat 22:18), namun Yesus juga tidak lantas menjatuhkan mereka. Yesus tidak ingin menyelamatkan diri lantas merugikan pihak tertentu. &lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari umat beriman sering menghadapi dilema untuk memilih sesuatu. Sangat mungkin ada godaan untuk menyelesaikan masalah dengan mengorbankan orang lain, mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain (nafsu serakah) Keputusan untuk menentukan sikap membutuhkan kebijaksanaan yang tinggi, agar pilihan kita tidak merugikan orang lain. Kebijaksanaan tersebut hanya dapat diperoleh jika kita memiliki relasi yang akrab dengan sang pemilik Kebijaksanaan Sejati yaitu Allah. Proses katekese ini mengajak umat beriman untuk senantiasa menimba kekuatan dari yang empunya kebijaksanaan, yaitu Allah, sehingga  dapat mengambil keputusan dengan bijaksana, sekaligus  mampu melawan segala bentuk ketidakadilan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Melalui proses katekese ini umat diajak untuk :&lt;br /&gt;1. menyadari bahwa nafsu serakah dapat mendorong orang untuk mengorbankan orang lain.&lt;br /&gt;2. menyadari bahwa tindakan mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi dapat merusak hubungan dengan Allah dan dengan sesama&lt;br /&gt;3. menyadari bahwa dibutuhkan kebijaksaan dalam pengambilan keputusan, sehingga harus senantiasa menimba kekuatan dari Allah&lt;br /&gt;4. menemukan upaya-upaya kongkrit untuk bijaksana dalam menumbuhkan sikap kerjasama dan saling melayani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber Bahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Mat 22:16-22&lt;br /&gt;2. Luk 23:22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sarana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Gambar perlombaan panjat pinang&lt;br /&gt;2. Teks Mat 22:16-22&lt;br /&gt;3. Mp3 instrumen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proses Katekese&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PEMBUKA&lt;br /&gt;a. Peserta diajak untuk berdoa untuk memulai pertemuan.&lt;br /&gt;b. Fasilitator memberikan pengantar singkat untuk mempersiapkan peserta mengikuti proses katekese.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MENYIMAK GAMBAR DAN MENDISKUSIKAN SIKAP KERJASAMA&lt;br /&gt;a. Peserta diajak menyimak gambar “panjat pinang”&lt;br /&gt;b. Peserta diajak untuk mendalami makna yang terdapat dalam gambar dengan beberapa pertanyaan :&lt;br /&gt;• Apa yang sedang mereka perjuangkan?&lt;br /&gt;• Bagaimana cara mereka memperjuangkannya?&lt;br /&gt;• Bagaimana perasaan orang yang menjadi tumpuan(diinjak)?&lt;br /&gt;• Mengapa mereka mau melakukan hal tersebut?&lt;br /&gt;• Apa yang mereka lakukan setelah mendapatkan hadiah di atas?&lt;br /&gt;• Jika dihubungkan dengan keseharian kita, nilai positif apa saja yang dapat kita ambil? &lt;br /&gt;c. Fasilitator memberikan penegasan atas beberapa pertanyaan diskusi:&lt;br /&gt;• Perjuangan untuk memenangkan perlombaan/mendapatkan hadiah.&lt;br /&gt;• Kerjasama, rela berkorban, saling melayani.&lt;br /&gt;• Sebenarnya merasakan sakit namun merelakan dirinya diinjak supaya peserta lain dapat naik meraih hadiah.&lt;br /&gt;• Setelah berhasil mendapatkan hadiah peserta yang diatas tidak berusaha menguasai hadiah tersebut sendiri, namun memberikan juga kepada peserta lainnya yang di bawah.&lt;br /&gt;• Perlombaan panjat pinang ternyata memiliki nilai kehidupan yang sangat baik, kita diajak untuk bersama tanpa terlalu memikirkan untung-rugi yang didapat demi mencapai tujuan bersama (rela diinjak-injak), bahkan kita diajak untuk peka dengan kebutuhan orang lain (melemparkan hadiah)&lt;br /&gt;d.  Setelah diskusi, peserta diajak untuk melihat realita kehidupan yang sesungguhnya, dimana sering terdapat sikap saling menjatuhkan satu sama lain tanpa memperhatikan kebutuhan orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. MENDALAMI TEKS KITAB SUCI  MAT 22:16-22&lt;br /&gt;a. Peserta diajak untuk menyimak  teks Mat 22:16-22&lt;br /&gt;b. Peserta diajak untuk mendalami makna teks dengan beberapa pertanyaan :&lt;br /&gt;• Apa yang sedang dipermasalahkan oleh para ahli Taurat dan imam-imam kepala?&lt;br /&gt;• Apa yang mereka harapan dari permasalahan tersebut?&lt;br /&gt;• Bagaimana sikap Yesus menghadapi masalah tersebut?&lt;br /&gt;• Apa pesan-pesan dari teks tersebut bagi Anda?&lt;br /&gt;• Pernahkah hal yang serupa terjadi di sekitar kita?&lt;br /&gt;• Apa pesan-pesan dari teks tersebut bagi lingkungan sebagai komunitas basis Gereja?&lt;br /&gt;c. Peserta diajak untuk mensharingkan hasil pendalaman teks&lt;br /&gt;d. Fasilitator memberikan beberapa penegasan atas hasil sharing:&lt;br /&gt;• Para ahli Taurat dan imam-imam kepala mempermasalahkan hal membayar pajak pada kaisar yang pada saat itu depegang oleh pemerintahan Roma.&lt;br /&gt;• Para ahli Taurat dan imam-imam kepala berusaha untuk mencari kesalahan Yesus, karena jika Yesus menjawab ‘boleh’ berarti Yesus dianggap berpihak pada penjajah Roma yang pada saat itu menguasai masyarakat Palestina.  Berpihak pada kaum penjajah, sama saja bergaul dengan kaum kafir yang dianggap orang berdosa, sehingga Yesus dapat dianggap berdosa pula dan dapat dijerat hukum agama. Tetapi jika Yesus menjawab ‘tidak boleh’ berarti Yesus melawan pemerintahan dan dapat pula dijatuhi hukuman (Luk 23:22)&lt;br /&gt;• Meskipun Yesus mengetahui maksud para ahli Taurat dan imam-imam kepala, namun Yesus tidak berusaha untuk balik menjatuhkan mereka.&lt;br /&gt;• Sikap yang Yesus pilih pun diusahakan untuk tidak merugikan pihak tertentu.&lt;br /&gt;• Bahwa kita harus bijaksana dalam menentukan pilihan hidup agar tidak merugikan pihak tertentu, sehingga kita tetap memiliki hubungan yang bersih dengan Tuhan dan dengan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MEMBANGUN HABITUS BARU : MENYIKAPI SETIAP KEINGINAN DIRI DENGAN BIJAKSANA&lt;br /&gt;Peserta diajak untuk merefleksikan sikap sebagai umat kristiani:&lt;br /&gt;• Pernahkah Anda melihat tindakan-tindakan yang merugikan kelompok tertentu akibat dorongan nafsu serakah di lingkungan Anda? Apa bentuknya?&lt;br /&gt;• Apakah Anda sendiri pernah berpikir untuk menjatuhkan orang lain demi kepentingan sendiri? Atau pernahkah Anda dijadikan korban oleh seseorang?&lt;br /&gt;• Apa yang diderita si korban akibat tindakan itu? Mampukah korban menghadapi tindakan tersebut? Apa sebabnya?&lt;br /&gt;• Melihat kenyataan itu, apa yang hendak Anda lakukan terhadap diri sendiri/ pelaku dan si korban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Selama peserta berefleksi, Fasilitator memutarkan musik instrumen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PENUTUP&lt;br /&gt;Peserta diajak untuk mengungkapkan doa-doa spontan atas hasil refleksi pribadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-2678761965441581417?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/2678761965441581417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=2678761965441581417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2678761965441581417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2678761965441581417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/hentikan-nafsu-serakah.html' title='Hentikan Nafsu Serakah'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-8670800928915270554</id><published>2010-09-29T14:21:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T22:33:08.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KATEKESE'/><title type='text'>Persiapan Berkatekese</title><content type='html'>Usaha katekese mementingkan “proses” (bukan hasil yang langsung/”instan”).  Dalam hal ini, proses katekese yang bertujuan mematangkan dan mendewasakan iman harus dilaksanakan secara sadar dan terencana dengan penuh tanggung jawab (tidak “improvisasi”). Maka dalam persiapan berkatekese hendaknya terdapat hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;I. Gagasan Pokok&lt;br /&gt;Merupakan gagasan utama yang mendasari proses dan yang akan diolah di dalam proses. Gagasan pokok dapat pula dikatakan sebagai intisari dari keseluruhan proses katekese. Sebuah gagasan pokok hendaknya memuat tiga aspek :&lt;br /&gt;a. Antropologis&lt;br /&gt; Aspek manusiawi dari pokok yang dibahas dalam tema, yang ditampilkan dan disajikan dalam proses, dengan tujuan membuat tema sungguh riil, kongkrit dan aktual, serta tepat sasar menyentuh kebutuhan peserta katekese.&lt;br /&gt;b. Biblis – Teologis&lt;br /&gt; Ulasan Kitab Suci dan/atau ajaran Gereja yang membantu peserta untuk menemukan nilai iman dalam kenyataan kongkrit yang ditampilkan pada bagian antropologis. Ulasan tersebut dapat mempertanyakan, memperbandingkan atau meneguhkan unsur-unsur antropologis.&lt;br /&gt;c. Kateketis&lt;br /&gt; Nilai iman, nilai moral kristiani yang diharapkan tertanam dan terwujud dalam diri peserta katekese sebagai suatu dasar pembangunan sikap baru, setelah peserta katekese bergelut dalam proses katekese.&lt;br /&gt;II. Tujuan&lt;br /&gt;Merupakan sesuatu yang akan dicapai melalui sebuah proses katekese atau tema tertentu. Fungsi dari ditetapkannya tujuan adalah agar pokok bahasan yang akan dibahas terfokus pada maksud tertentu, sehingga terhindar dari pembahasan yang terlalu melebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Sumber Bahan&lt;br /&gt;Merupakan sumber-sumber (biasanya tertulis) yang digunakan untuk mengembangkan tema tertentu, sehingga isi pembahasan sungguh kaya, mendalam, kongkrit, dan aktual. Sumber utama dalam proses katekese adalah Kitab Suci. Sumber penting lainnya adalah ajaran-ajaran Gereja.&lt;br /&gt;IV. Metode&lt;br /&gt;Merupakan cara yang sistematis dan terencana untuk dilaksanakan dalam proses demi mencapai tujuan. Pemilihan metode hendaknya memperhatikan tujuan, usia peserta, waktu, tempat, dan kondisi-kandisi lain.&lt;br /&gt;V. Sarana&lt;br /&gt;Merupakan segala macam perangkat yang digunakan untuk mendukung metode yang dipilih dan proses katekese&lt;br /&gt;VI. Proses Katekese &lt;br /&gt;Merupakan rincian dari langkah-langkah kegiatan yang semakin lama semakin mendalam, mengarah pada tujuan. Hendaknya langkah-langkah dalam proses harus berkesinambungan, sehingga dalam penerapannya “mengalir” , tidak terputus. Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam proses merupakan pengembangan dan rincian kegiatan dari gagasan pokok. Maka langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam penyusunan proses katekese adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt; mendalami pengalaman manusiawi (antropologis)&lt;br /&gt; mendalami ajaran Kitab Suci/Gereja (biblis-teologis)&lt;br /&gt; pengambilan sikap baru (kateketis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-8670800928915270554?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/8670800928915270554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=8670800928915270554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/8670800928915270554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/8670800928915270554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/persiapan-berkatekese.html' title='Persiapan Berkatekese'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-3897667538059731204</id><published>2010-09-29T14:03:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T22:33:37.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KATEKESE'/><title type='text'>Katekese Umat</title><content type='html'>PKKI I (Pertemuan Kateketik antar-Keuskupan se-Indonesia) yang diadakan pada tahun 1977 di wisma Samadi Syalom, Sindanglaya-Jawa Barat berusaha untuk menentukan Arah Katekese di Indonesia dan menghasilkan gagasan Katekese Umat dilihat sebagai Arah Katekese di Indonesia masa kini. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;Dalam PKKI  II tahun 1980 di wisma Samadi, Klender – Jakarta kembali ditegaskan gagasan Katekese Umat dari PKKI I agar lebih operasional dan akhirnya ditemukan rumusan katekese umat yang terdiri dari 6 hal pokok, yakni :&lt;br /&gt;1. Katekese Umat (KU) diartikan sebagai komunikasi iman atau  tukar pengalaman/penghayatan iman antara anggota umat/kelompok. Melalui kesaksian, para peserta saling membantu sedemikian rupa, sehingga iman masing-masing diteguhkan dan dihayati secara semakin sempurna. Dalam Katekese Umat tekanan terutama diletakkan pada penghayatan iman, meskipun pengetahuan tidak dilupakan. Katekese Umat mengandaikan ada perencanaan.&lt;br /&gt;2. Dalam Katekese Umat itu kita bersaksi tentang iman kita akan Yesus Kristus, pengantara Allah yang bersabda kepada kita dan pengantara kita menanggapi Sabda Allah. Yesus Kristus tampil sebagai pola hidup kita dalam Kitab Suci, khususnya dalam Perjanjian Baru, yang mendasari penghayatan iman Gereja di sepanjang tradisinya.&lt;br /&gt;3. Yang berkatekese adalah umat, artinya semua orang beriman yang secara pribadi memilih Kristus secara bebas berkumpul untuk lebih memahami Kristus; Kristus menjadi pola hidup pribadi, juga pola kehidupan kelompok, jadi seluruh umat baik yang berkumpul dalam kelompok-kelompok basis, maupun di sekolah atau perguruan tinggi. Penekanan pada seluruh umat ini justru merupakan salah satu unsur yang memberikan arah pada katekese sekarang. Penekanan peranan umat pada katekese ini sesuai dengan peranan umat pada pengertian Gereja itu sendiri.&lt;br /&gt;4. Dalam katekese yang menjemaat ini, pemimpin katekese bertindak terutama sebagai pengarah dan pelancar (fasilitator). Ia adalah pelayan yang menciptakan suasana komunikatif. Ia berupaya membangkitkan gairah supaya para peserta berani berbicara secara terbuka. Katekse Umat menerima banyak jalur komunikasi dalam berkatekese. Tugas mengajar yang dipercayakan kepada hirarki menjamin agar seluruh kekayaan iman berkembang dengan lurus.&lt;br /&gt;5. Katekese Umat merupakan komunikasi iman dari peserta sebagai sesama dalam iman yang sederajat, yang saling bersaksi tentang iman mereka. Peserta berdialog dalam suasana terbuka, ditandai sikap saling menghargai dan saling mendengarkan. Proses terencana ini berjalan terus menerus.&lt;br /&gt;6. Tujuan komunikasi iman itu adalah :&lt;br /&gt; Supaya dalam terang Injil kita semakin meresapi arti pengalaman-pengalaman kita sehari-hari;&lt;br /&gt; dan kita bertobat(metanoia) kepada Allah dan semakin menyadari kehadiran-Nya dalam kenyatan hidup sehari-hari;&lt;br /&gt; dengan demikian kita semakin sempurna beriman, berharap, mengamalkan cinta kasih dan hidup kristiani kita makin dikukuhkan;&lt;br /&gt; sehingga kita sanggup memberi kesaksian tentang Kristus dalam hidup kita di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Berdasarkan rumusan PKKI II tersebut nampak beberapa aspek katekese umat yang harus diperhatikan, yaitu:&lt;br /&gt;Subyek Katekese Umat&lt;br /&gt;Subyek katekese umat tidak lain adalah umat atau peserta , sebagai persekutuan dalam kasih kristiani. Melalui prose katekese umat :&lt;br /&gt; berguru pada Yesus Kristus sebagai Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan&lt;br /&gt; saling membantu(sharing) menggali makna hidup dalam terang Injil&lt;br /&gt; sehingga dapat menjadi saksi-saksi Kristus, yang mampu meresapkan nilai-nilai Injil di lingkungan mereka&lt;br /&gt;Tujuan Katekese Umat&lt;br /&gt;a. membawa umat sampai pada perjumpaan pribadi dengan Kristus, melalui perjumpaan hati dan budi dengan saudara-saudari seiman (mengandalkan pertobatan hati)&lt;br /&gt;b. membentuk dan membina jemaah kristiani, mengembangkan sikap-sikap dan karisma-karisma pribadi untuk melayani sesama&lt;br /&gt;Syarat-syarat Katekese Umat&lt;br /&gt;Proses katekese umat dilaksanakan memenuhi beberapa syarat berikut ini :&lt;br /&gt; Berpusat pada peristiwa Yesus Kristus (kristosentris), seperti katekese pada umumnya yang bertolak dari ajaran Kristus dan bertujuan membawa umat pada kesempurnaan Kristus&lt;br /&gt; Tumbuh dari pengalaman-pengalaman iman pribadi, karena yang dikomunikasikan adalah pengalaman iman yang diangkat dari pengalaman hidup sehari-hari setiap anggota umat Allah.&lt;br /&gt; Mengakar dalam kehidupan Gereja, merupakan syarat yang harus ditanamkan kepada umat/peserta katekese umat.  Berkatekese umat bukan merupakan segala-galanya bagi anggota Gereja, sehingga mengabaikan liturgi, pelayanan, persekutuan, dan bentuk-bentuk pewartaan lain.  Justru katekese umat bermaksud umat semakin menghayati kehidupan menggereja.&lt;br /&gt; Berinkulturasi menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat masa kini adalah syarat penting untuk membuat katekese umat menjadi bentuk alternatif pewartaan dan pendidikan iman yang mampu berkembang dalam dan bersama perkembangan jaman yang kian pesat.  Dengan demikian, katekese umat akan mampu selalu memberikan tanggapan yang memadai terhadap kebutuhan umat.&lt;br /&gt; Sikap saling menghargai dan mengasihi antar peserta (peserta sebagai ‘sesama’) penting tertanam dalam diri setiap peserta dan fasilitator katekese umat.  Hanya dengan saling menghargai umat dapat menciptakan.&lt;br /&gt; Suasanan persaudaraan yang akrab dan damai, yang merupakan iklim kondusif bagi berlangsungnya komunikasi iman.&lt;br /&gt; Terjadi dalam kelompok-kelompok kecil.  Bila kelompok terlalu besar, jumlah anggota kelompok terlalu banyak sapaan antar pribadi biasanya tidak mendalam.  Relasi yang terbangun pun akhirnya hanya relasi dangkal, penuh basa-basi.  Situasi semacam ini menyulitkan tumbuhnya interaksi iman, yang sebenarnya mengandung unsur penyerahan diri satu terhadap yang lain di antara peserta.&lt;br /&gt;Syarat ini nampaknya sejalan dengan gerakan Komunitas Basis Gerejani (KBG) yang saat ini tengah digiatkan oleh Gereja Katolik.  Pembentukan kelompok-kelompok kecil umat yang diharapkan mampu secara mandiri mendalami Sabda Allah, menggali pengalaman imannya, menjalani kehidupan sebagai umat Allah, seraya mewartakan iman Gereja, merupakan kekuatan luar biasa yang akan menjamin keberadaan Gereja di tengah arus dan tantangan jaman yang makin sulit.  Terutama keberadaan Gereja bagi kaum marjinal.&lt;br /&gt; Pemimpin sebagai fasilitator atau pemudah proses komunikasi saja.  Kesertaan peserta menuntut penerimaan sharing pengalaman iman dari pihak mana pun di antara peserta.  Sikap menggurui dna menyalahkan tidak tepat diberlakukan dalam proses katekese umat.  (Dalam pengalaman melaksanakan proses katekese umat, seringkali ditemukan pula tanggapan yang kurang atau tidak sesuai dengan topik yang dibicarakan.  Bila situasi ini terjadi, seorang fasilitator katekese umat harus secara cermat dan bijak menanganinya, agar proses tidak menyimpang dari tujuan)&lt;br /&gt; Berkomunikasi dengan seluruh tradisi hidup kristiani sepanjang sejarah (iman Gereja Perdana – sekarang), merupakan rantai penghubung bagian-bagian sejarah penyelamat Allah.  Katekese umat yang sekarang dilaksanakan oleh umat merupakan kelanjutan dan upaya pewartaan para rasul jaman Gereja Perdana dan merupakan titik tolak upaya pewartaan Gereja dimasa depan.&lt;br /&gt; Berempati terhadap gejolak-gejolak sosial dan perubahan umum dalam masyarakat menunjukan bahwa Gereja selalu berusaha mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat sekitarnya.  Iman yang dikomunikasikan dalam proses katekese umat pun akan menjadi iman yang mati bila tidak terwujud di dalam kehidupan konkret umat, yang tak lepas dari gejolak dan perubahan dalam masyarakat.&lt;br /&gt; Untuk mampu berempati terhadap dinamika kehidupan masyarakat, proses katekese umat perlu didukung oleh analisis sosial untuk menghidupkan kesadaran situasi kondisi di bidang budaya, religius, sosial, ekonomi, politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-3897667538059731204?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/3897667538059731204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=3897667538059731204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3897667538059731204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3897667538059731204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/katekese-umat.html' title='Katekese Umat'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-4856109962411258797</id><published>2010-09-29T13:47:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T22:33:56.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KATEKESE'/><title type='text'>Prinsip Katekese</title><content type='html'>Dalam berkatekese hendaknya memperhatikan beberapa hal-hal penting yang sangat menentukan sebuah proses katekese.&lt;br /&gt;1. Usaha katekese merupakan tanggung jawab seluruh umat sebagai Gereja&lt;br /&gt;2. Usaha katekese mementingkan “proses” (bukan hasil yang langsung/”instan”).  Dengan kata lain : yang lebih utama adalah bukan “target”/”hasil” yang sudah dicapai, melainkan “proses” menuju/memperoleh hasil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;3. Peserta katekese sebagai “subyek”/pelaku yang berperan dalam proses&lt;br /&gt;4. Katekese membantu orang menghayati imannya dalam situasi aktual (orang mampu mewujudkan imannya secara konkrit dalam hidup/ada integritas antara iman dan hidup bersama orang lain).&lt;br /&gt;5. Katekese berupaya mendorong umat untuk membangun relasi yang harmonis dengan Tuhan, sesama maupun lingkungannya.  Dalam hal ini, proses katekese yang bertujuan mematangkan dan mendewasakan iman harus dilaksanakan secara sadar dan terencana dengan penuh tanggung jawab (tidak “improvisasi”)&lt;br /&gt;6. Katekese harus memperhitungkan situasi peserta (latar belakang, psokologi, minat, kebutuhannya).  Katekese harus menjadi lebih kontekstual.&lt;br /&gt;7. Proses katekese adalah proses pendidikan iman yang membebaskan.  Dalam proses katekese setiap pribadi dihargai martabatnya sederajat, dimana setiap orang bebas mengungkapkan pengalaman imannya tanpa rasa takut.  Dalam hal ini setiap pengalaman iman dari masing-masing pribadi harus dilihat sebagai pengalaman yang dapat memperkaya sesamanya dalam proses berkatekese.&lt;br /&gt;8. Katekese diharapkan membangun iman yang “terlibat’ (mendorong “aksi”)&lt;br /&gt;9. Pendamping katekese sebagai “fasilitator” yang memudahkan terjadinya komunikasi iman.  Untuk itu, tidak tepatlah kalau pendamping bertindak sebagai orang yang ‘maha tahu’ apalagi sebagai penceramah yang mendominasi proses pertemuan.&lt;br /&gt;10. Proses katekese harus mampu “menjemput/menyentuh” pengalaman hidup ataupun pengalaman iman peserta, sebagai medan pertemuan manusia dengan Allah.&lt;br /&gt;11. Sarana maupun megode katekese yang diupayakan, semuanya bertujuan untuk memudahkan terjadinya komunikasi iman.  pemikiran bahwa dalam pertemuan katekese “yang penting asal diisi dengan banyak kegiatan bagi umat” bertentangan dengan prinsip suatu proses katekese yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;12. Katekese hanya salah satu dari upaya-upaya pastoral secara menyeluruh.  Proses perkembangan iman harus dilengkapi dengan upaya-upaya pastoral yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-4856109962411258797?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/4856109962411258797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=4856109962411258797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/4856109962411258797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/4856109962411258797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/prinsip-katekese.html' title='Prinsip Katekese'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-8317576798884900477</id><published>2010-09-29T12:04:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T22:34:26.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KATEKESE'/><title type='text'>Bentuk Katekese</title><content type='html'>Ditinjau dari segi penyajiannya, katekese dapat dibedakan dalam 3 bentuk :&lt;br /&gt;1. Bentuk Praktis&lt;br /&gt;Bentuk ini mengarahkan peserta katekese untuk bergiat dan rajin dalam mempraktekkan kehidupan agamanya: rajin beribadah, rajin berdoa dan berdevosi, bergairah menghadiri perayaan Ekaristi dan perayaan lain, mengenal baik masa-masa liturgis segala sarana dan peralatannya.  Sumber utamanya adalah liturgi Gereja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;2. Bentuk Historis&lt;br /&gt;Bentuk ini memperdalam pengenalan umat akan sejarah penyelamatan dari pihak Allah, yang diawali dengan janji-janji mesianis dalam Perjanjian Lama dan memuncak dalam pribadi Kristus dalam Perjanjian Baru.  Sumber utamanya adalah Kitab Suci.&lt;br /&gt;3. Bentuk Sistematis&lt;br /&gt;Bentuk ini menyajikan kepada umat ajaran teologis dan dogmatis yang tersusun secara sistematis, singkat, dan padat.  Sumbernya adalah buku Katekismus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prakteknya bentuk-bentuk tersebut berbaur.  Tidak murni hanya satu bentuk yang dilaksanakan.  Sebab nampaknya untur-unsur yang ditekankan oleh masing-masing bentuk saling berkaitan.  Ajaran biblis, historis, teologis, dogmatis dimaksudkan untuk membantu umat semakin menyadari penyelamatan Allah melalui Gereja-Nya.  Dengan kesadaran itu umat diharapkan akan terdorong untuk semakin giat dalam praktek-praktek keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-8317576798884900477?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/8317576798884900477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=8317576798884900477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/8317576798884900477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/8317576798884900477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/bentuk-katekese.html' title='Bentuk Katekese'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-519407620139632253</id><published>2010-09-29T12:03:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T22:34:46.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KATEKESE'/><title type='text'>Subyek &amp; Obyek Katekese</title><content type='html'>&lt;b&gt;Subyek Katekese&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Katekese adalah karya Gereja yang mendasar.  Gereja dipanggil untuk melanjutkan tugas Yesus, Sang Guru, dan diutus menjadi pengajar iman, dengan dijiwai oleh Roh Kudus.  Oleh karena itu subyek katekese adalah Gereja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;Iman yang diajarkan oleh Gereja dalam iman yang dihidupi oleh Gereja itu sendiri, yaitu :&lt;br /&gt;• Pemahaman tentang Allah dan rencana penyelamatan-Nya&lt;br /&gt;• Pandangan tentang manusia adalah ciptaan yang paling mulia&lt;br /&gt;• Warta Kerajaan Allah&lt;br /&gt;• Harapan dan Kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Obyek Katekese&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tujuan definitif katekese adalah bukan hanya membuat orang saling berkontak, melainkan juga dalam kesatuan dan kemesraan, dengan Yesus Kristus.  Segala kegiatan mewartakan Kabar Gembira dimengerti sebagai usaha mempererat kesatuan dengan Yesus Kristus.  Mulai dengan pertobatan ‘awal’ seseorang kepada Tuhan yang digerakan oleh Roh Kudus melalui pewartaan Injil yang pertama, katekese berusaha mengukuhkan dan mematangkan kesetiaan pertama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-519407620139632253?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/519407620139632253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=519407620139632253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/519407620139632253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/519407620139632253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/subyek-obyek-katekese.html' title='Subyek &amp; Obyek Katekese'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-9153081998688459178</id><published>2010-09-29T12:01:00.000+07:00</published><updated>2010-09-29T12:01:48.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KATEKESE'/><title type='text'>Dasar Katekese</title><content type='html'>Dasar katekese adalah “penugasan Kristus kepada para rasul dan pengganti-pengganti mereka”.  Dalam Mat 28 : 19-20, Yesus mengutus para rasul untuk “pergi”, “menjadikan semua bangsa murid-Ku”, “baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”, dan “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”.&lt;br /&gt;Dalam tafsir Injil Matius dijelaskan bahwa tugas para rasul mencakup pewartaan awal kepada orang yang belum mengenal Tuhan, pengajaran kepada para katekumen, dan pengajaran kepada orang yang telah menjadi anggota Gereja agar iman mereka lebih mendalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-9153081998688459178?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/9153081998688459178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=9153081998688459178' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/9153081998688459178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/9153081998688459178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/dasar-katekese.html' title='Dasar Katekese'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-2679636025799257326</id><published>2010-09-29T11:57:00.002+07:00</published><updated>2010-10-01T22:35:17.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KATEKESE'/><title type='text'>Katekese Dalam Dokumen Gereja</title><content type='html'>Beberapa dokumen Gereja dengan tegas menjelaskan tentang katekese, baik dalam hal tujuan, isi, pelaksanaan serta hakikat dari katekese dalam Gereja&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;1. Direktorium Kateketik Umum (1971)&lt;br /&gt;(17) Katekese merupakan salah satu bentuk pelayanan sabda, yang bertujuan membuat iman umat hidup, dasar, dan aktif lewat cara pengajaran.&lt;br /&gt;(21) Dalam ruang lingkup kegiatan pastoral, istilah katekese diartikan sebagai karya gerejani, yang menghantarkan kelompok maupun perorangan kepada iman yang dewasa.&lt;br /&gt;(31) Katekese terpadu dengan karya-karya pastoral Gereja yang lain, tetapi sifat khasnya, yakni sebagai inisiasi, pendidikan, dan pembinaan, tetap dipertahankan.&lt;br /&gt;(37) Isi katekese adalah wahyu Allah, misteri Allah dan karya-karya-Nya yang menyelamatkan, yang terjadi dalam sejarah umat manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Evangelii Nuntiandi&lt;br /&gt;(14) Evangelisasi adalah rahmat dan panggilan khas Gereja, merupakan jati dirinya yang paling dasar.  Gereja ada untuk mewartakan injil.&lt;br /&gt;(18) Bagi Gereja penginjilan berarti membawa Kabar Baik kepada segala tingkat kemanusiaan, dan melalui pengaruh Injil mengubah umat manusia dari dalam dan membuatnya menjadi manusia baru.&lt;br /&gt;(21) Injil harus diwartakan melalui kesaksian hidup&lt;br /&gt;(22) Kabar Baik yang diwartakan dengan kesaksian hidup cepat atau lambat haruslah diwartakan dengan Sabda Kehidupan.  Dan segi yang penting dari pewartaan Sabda Kehidupan adalah kotbah dan katekese.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Catechesi Tradendae&lt;br /&gt;(1) Penyelenggaraan katekese oleh Gereja selalu dipandang sebagai salah satu tugas yang amat penting, yang disadari oleh tugas perutusan dari Yesus sendiri kepada para murid-Nya&lt;br /&gt;(5) Katekese yang otentik seluruhnya berpusat pada Kristus&lt;br /&gt;(18) Katekese ialah pembinaan anak-anak, kaum muda dan orang-orang dewasa dalam iman, yang khususnya mencakup penyampain ajaran Kristen, yang pada umumnya diberikan secara organis dan sistematis, dengan maksud menghantar para pendengar memasuki kepenuhan hidup Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-2679636025799257326?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/2679636025799257326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=2679636025799257326' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2679636025799257326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/2679636025799257326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/katekese-dalam-dokumen-gereja.html' title='Katekese Dalam Dokumen Gereja'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-1261454647170398847</id><published>2010-09-29T11:50:00.001+07:00</published><updated>2010-09-29T11:57:29.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KATEKESE'/><title type='text'>Katekese Dalam Kitab Suci</title><content type='html'>Dalam kitab suci juga terdapat kata katekese, terutama pada:&lt;br /&gt;• Luk 1 : 4 : “. . . ,bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.”&lt;br /&gt;• Kis 18:25 : “Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan.”&lt;br /&gt;• Kis 21:21 : “. . . ,bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain . . . “&lt;br /&gt;• Rm 2:18 : “. . . ,dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat . . . “&lt;br /&gt;• 1 Kor 14:19 : “. . . ,yang dimengerti untuk mengajar orang lain juga . . . ”&lt;br /&gt;• Gal 6 : 6 : “. . . ,yang menerima pengajaran dalam Firman, dan membagi . . .  dengan orang yang memberikan pengajaran itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Dalam konteks ini katekese dimengerti sebagai pengajaran, pendalaman, dan pendidikan iman agar seorang kristen semakin dewasa dalam iman,  jadi katekese biasanya diperuntukan bagi orang-orang yang sudah dibaptis di tengah umat yang sudah kristen.  Namun pada prakteknya, terutama pada masa Gereja Purba, katekese dimengerti sebagai pengajaran bagi para calon baptis ini merupakan arti sempit dari katekese.  Sedangkan Gereja masa kini menempatkan katekese untuk pengertian yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-1261454647170398847?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/1261454647170398847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=1261454647170398847' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/1261454647170398847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/1261454647170398847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/katekese-dalam-kitab-suci.html' title='Katekese Dalam Kitab Suci'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-3521570764795616039</id><published>2010-09-19T23:51:00.010+07:00</published><updated>2010-09-29T11:56:38.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KATEKESE'/><title type='text'>Pengertian Katekese</title><content type='html'>Kata katekese berasal dari kata catechein (kt. Kerja) dan catechesis (kt. Benda).  Akar katanya adalah kat dan echo.  Kat artinya keluar, ke arah luas dan echo artinya gema/gaung.  Berarti makna profan dari katekese adalah suatu gema yang diperdengarkan/disampaikan ke arah luas/keluar. Gema dapat terjadi jika ada suara yang penuh dengan keyakinan dan gema tidak pernah berhenti pada satu arah, maka katekese juga harus dilakukan dengan penuh keyakinan dan tidak pernah berhenti pada satu arah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-3521570764795616039?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/3521570764795616039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=3521570764795616039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3521570764795616039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3521570764795616039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/katekese-kitab-suci.html' title='Pengertian Katekese'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-6907676439165921835</id><published>2010-09-05T00:11:00.006+07:00</published><updated>2010-09-29T14:54:48.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>IRONIS.....</title><content type='html'>Berikut beberapa 'ke-lucu-an yang sering terjadi, padahal umur kita itu  relatif sangat  pendek &lt;br /&gt;dan akhirnya kita akan menghadap 'DIA', maka kita sebaiknya  siap setiap saat, karena kita 'dipanggil' itu tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tiba-tiba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, uang Rp. 20,000 an kelihatan begitu besar bila kita bawa ke gereja untuk  persembahan, &lt;br /&gt;tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berdoa pribadi, tapi betapa pendeknya waktu itu  untuk pertandingan sepakbola,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di gereja, tapi betapa cepatnya 2 jam  berlalu saat menikmati &lt;br /&gt;pemutaran film dibioskop ataupun di televisi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa, tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman ataupun bercanda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, betapa seru perpanjangan waktu dipertandigan bola favorit kita, tapi  betapa bosannya bila pastor kelamaan berkhotbah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, susah banget baca Alkitab 5 fatsal saja, tapi novel best-seller 100  halaman pun habis dilalap,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, dan berebut cari bangku paling belakang bila duduk di gereja agar bisa cepat keluar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, susahnya orang diajak partisipasi untuk mengabarkan injil, tapi mudahnya  orang berpartisipasi menyebar gossip,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, semua orang kepingin masuk surga tanpa harus beriman,berpikir, berbicara ataupun melakukan apa-apa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis memang !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-6907676439165921835?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/6907676439165921835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=6907676439165921835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6907676439165921835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6907676439165921835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2010/09/ironis.html' title='IRONIS.....'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-3377181634617804106</id><published>2008-12-03T12:36:00.011+07:00</published><updated>2010-10-01T22:36:06.900+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PROSES KATEKESE'/><title type='text'>"HIDUPKU TAKKAN SAMA "</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pemikiran Dasar / Gagasan Pokok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Era globalisasi membawa kehidupan kita ke dalam situasi yang serba kompleks, sekaligus menawarkan kemudahan-kemudahan. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan tersebut lama kelamaan tanpa kita sadari menjadi pola hidup/kebiasaan. Seringkali pola hidup yang didukung dengan segala kemudahan-kemudahan tersebut tidaklah selalu sejalan dengan kehendak Allah, bahkan seringkali membawa kita kepada situasi yang lebih buruk, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Seperti halnya kemudahan dalam dunia komunikasi dengan menggunakan HandPhone. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;HP bukan lagi menjadi barang yang lux dan langka. Hampir setiap orang dari mulai tukang jual-beli barang bekas hingga para konglomerat memiliki HP. Tapi jika kita kaji lebih dalam lagi, apakah HP sungguh mempermudah hidup kita? Ataukah justru membuat kita masuk ke dalam kebiasaan konsumerisme dan hedonisme? Bisakah kita hidup tanpa HP?&lt;br /&gt;Santo Paulus pernah ditantang untuk mengubah kebiasan hidupnya yang lama dengan mengambil sikap baru, yang sangat bertentangan dengan kebiasaannya, bahkan ia harus rela melepaskan kemudahan-kemudahan yang ia miliki. Dalam Kis 9 : 19b – 31 memperlihatkan bahwa pola hidup yang dilakukan Paulus tidaklah berjalan mulus tanpa adanya pengorbanan (ay.23). Perubahan pola hidup yang dilakukan Paulus membutuhkan proses dan konsekuensi yang tidak sedikit (ay.21). Ia harus berusaha meyakinkan para murid yang lain bahwa ia telah berubah (ay.22),  ia harus membiasakan diri dengan cara hidup para rasul (ay.26), bahkan ia harus menyelamatkan diri dari kejaran para pasukan yang akan membunuhnya (ay.24). Suatu perubahan yang sangat membutuhkan banyak pengorbanan, namun Paulus tetap melaksanakannya. Paulus berani mengambil langkah yang berlawanan dengan ’arus’, berjalan sesuai kehendak Allah. Paulus melaksanakan  semuanya itu dengan bersandar pada kemurahan kasih Allah yang telah ia terima. Ketika ia melaksanakan kehendak Allah, Allah memiliki rencana yang lebih besar daripada apa yang dipikirkan oleh Paulus. Di belakang pengorbanan yang ia lakukan, terdapat ”buah yang berkelimpahan” yang dapat dinikmati demi kebaikan dirinya sendiri, kebaikan banyak orang, terlebih lagi bagi kemuliaan Allah.&lt;br /&gt;Melalui pertemuan ini, kita diajak untuk mengambil sikap dalam menghadapi situasi dunia yang diwarnai oleh kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik, bahkan kita diajak untuk melawan ’arus’ demi melangkah menuju pada kebaikan. Merubah dunia dengan proses yang serba instan hanyalah impian belaka. Namun membangun sikap yang baru dalam diri setiap pribadi adalah kenyataan yang dapat kita lakukan untuk merubah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Peserta dapat menemukan kebiasaan-kebiasaan dalam dirinya&lt;br /&gt;2. Peserta dapat melihat pengaruh dari kebiasaan-kebiasaan dalam dirinya, baik bagi diri sendiri, orang lain, serta bagi Allah.&lt;br /&gt;3. Peserta dapat menemukan sikap-sikap Paulus yang dapat menjadi teladan dalam usaha membangun habitus baru.&lt;br /&gt;4. Peserta dapat membangun habitus baru sebagai usaha turut mewujudkan kerajaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waktu: 90 menit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan Kajian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Teks Kitab Suci : Kis 9 : 19b – 31&lt;br /&gt;2. Bahan Pertemuan BKSN 2008&lt;br /&gt;3. Menyemai Benih Teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Metode&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Bercerita&lt;br /&gt;2. Dialog&lt;br /&gt;3. Refleksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sarana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Teks Kisah “Kakatua Belajar Bicara”&lt;br /&gt;2. Teks lagu ”Hari Ini Kurasa Bahagia”&lt;br /&gt;3. Teks lagu ”Ku Mau SepertiMu Yesus”&lt;br /&gt;4. Gitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proses Katekese&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. PEMBUKA&lt;br /&gt;a. Lagu pembuka  ”Hari Ini Kurasa Bahagia”&lt;br /&gt;b. Doa Pembuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MENYIMAK DAN MENGGALI MAKNA KISAH ”KAKATUA BELAJAR BICARA&lt;br /&gt;a. Peserta diajak untuk menyimak kisah ”Kakaktua Belajar Bicara”&lt;br /&gt;b. Peserta diajak untuk menggali makna kisah, dengan beberapa pertanyaan:&lt;br /&gt;• Apa yang telah dilakukan oleh burung kakaktua tersebut?&lt;br /&gt;• Mengapa burung kakatua melakukan hal tersebut?&lt;br /&gt;• Apakah ia memahami apa yang ia lakukan?&lt;br /&gt;• Apa makna yang bisa kita ambil dari kisah tersebut?&lt;br /&gt;• Apakah ada kesamaan dengan kehidupan kita?&lt;br /&gt;• Apa saja kebiasaan-kebiasaan yang sering kita lakukan?&lt;br /&gt;• Bagaimana pengaruh kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan?&lt;br /&gt;• Maukah kita merubah kebiasaan-kebiasaan hidup kita?&lt;br /&gt;c. Fasilitator memberikan beberapa penegasan :&lt;br /&gt;• Burung kakaktua tersebut hanya melakukan apa yang telah terbiasa dilakukannya, ia hanya melakukannya tanpa mengerti maksud dari apa yang ia lakukan.&lt;br /&gt;• Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita juga melakukan hal yang sama, melakukan sesuatu hanya karena ikut-ikutan trend, tapi tidak memahami hakikat dari kebiasaan-kebiasaan tersebut.&lt;br /&gt;• Beranikah kita mengubah kebiasaan-kebiasaan hidup kita yang tidak sejalan dengan kehendak Allah? Marilah kita belajar dari Santo Paulus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. MENYIMAK DAN MENGGALI PENGALAMAN HIDUP SANTO PAULUS&lt;br /&gt;a. Peserta diajak untuk menyimak Kis 9 : 19b - 31&lt;br /&gt;b. Peserta diajak untuk menggali pengalaman hidup Santo Paulus, dengan beberapa pertanyaan:&lt;br /&gt;• Siapakah Saulus itu?&lt;br /&gt;• Apa saja kebiasaan yang dilakukan oleh Saulus?&lt;br /&gt;• Bagaimana pengaruh kebiasaan Saulus bagi dirinya, orang lain dan Allah?&lt;br /&gt;• Apa saja konsekuensi yang harus diterima oleh Paulus ketika ia mengambil keputusan untuk membangun sikap baru?&lt;br /&gt;• Beranikah kita mengambil sikap seperti halnya Santo Paulus, merubah kebiasaan-kebiasaan hidup kita yang tidak selaras dengan kehendak Allah?&lt;br /&gt;• Hal apa saja yang harus kita lakukan untuk memperbaiki kebiasan-kebiasan kita yang kurang baik?&lt;br /&gt;• Konsekuensi apa saja yang harus kita hadapi dalam proses membangun habitus baru?&lt;br /&gt;c. Fasilitator memberikan beberapa penegasan :&lt;br /&gt;• Saulus berani mengambil sikap untuk meninggalkan pola hidupnya yang lama, meskipun harus menanggung segala konsekuensinya.&lt;br /&gt;• Paulus harus berani menerima penolakan dari orang-orang di sekitarnya; ia harus berusaha meyakinkan para murid yang lain bahwa ia telah berubah, ia harus membiasakan diri dengan cara hidup para rasul, bahkan ia harus menyelamatkan diri dari kejaran para pasukan yang akan membunuhnya.&lt;br /&gt;• Kita juga ditantang untuk meninggalkan pola hidup lama kita yang kurang selaras dengan kehendak Allah demi menciptakan habitus baru dalam kehidupan kita&lt;br /&gt;• Tuhan Yesus pun harus menanggung segala konsekuensi, ketika Ia memutuskan untuk menciptakan habitus baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PENUTUP&lt;br /&gt;a. Peserta diajak untuk merefleksikan kebiasaan-kebiasaan dirinya, melihat konsekuensi apa saja yang harus diterima untuk mengubah pola hidup yang lama, serta membuat janji-janji pribadi dalam usaha membangun habitus baru.&lt;br /&gt;b. Peserta diajak untuk menyampaikan doa-doa pribadi.&lt;br /&gt;c. Peserta diajak untuk menyanyikan lagu “Bagaikan Bejana”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-3377181634617804106?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/3377181634617804106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=3377181634617804106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3377181634617804106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/3377181634617804106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2008/12/contoh-proses-katekese-hidupku-takkan.html' title='&quot;HIDUPKU TAKKAN SAMA &quot;'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-6702329233530965136</id><published>2008-12-02T21:10:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T22:36:36.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Kebahagiaan</title><content type='html'>7 ALASAN BAHAGIA MENURUT IMAN KRISTIANI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. BAHAGIA KARENA DEKAT DAN MENERIMA YESUS &lt;br /&gt;Matius  11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."  &lt;br /&gt;Lukas  7:23 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."  &lt;br /&gt;Matius  13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.  &lt;br /&gt;Lukas 10:23-24 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;2. BAHAGIA KARENA IMAN &lt;br /&gt;Matius  16 : 17 : Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.  &lt;br /&gt;Lukas  1 : 45 : Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."  &lt;br /&gt;Lukas  11:28 Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."  &lt;br /&gt;Yohanes  20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. BERBAHAGIA KARENA KERAJAAN ALLAH &lt;br /&gt;Matius  5 (Sabda bahagia) &lt;br /&gt;Lukas 6: 20 dst &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BAHAGIA YANG BERJAGA-JAGA &lt;br /&gt;Matius  24:46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. ( juga pada Matius  25 : 21, 23) &lt;br /&gt;Lukas  12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. &lt;br /&gt;Lukas  12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.  &lt;br /&gt;Wahyu  16:15 "Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. BAHAGIA KARENA BERBUAT BAIK &lt;br /&gt;Matius 25:31 dst  &lt;br /&gt;Kisah Para Rasul  20: 35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. BAHAGIA KARENA DIAMPUNI &lt;br /&gt;Roma  4 : 7-8 &lt;br /&gt;4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;  &lt;br /&gt;4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. BAHAGIA KARENA MENDERITA KARENA IMAN AKAN KRISTUS &lt;br /&gt;Titus  2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,  &lt;br /&gt;Yakobus  1:2. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, &lt;br /&gt;Yakobus  1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.  &lt;br /&gt;I Petrus  3:14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.  &lt;br /&gt;I Petrus  4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-6702329233530965136?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/6702329233530965136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=6702329233530965136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6702329233530965136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/6702329233530965136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2008/12/kebahagiaan.html' title='Kebahagiaan'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1696112077852383592.post-899680985208482945</id><published>2008-12-02T20:39:00.006+07:00</published><updated>2010-09-29T11:55:28.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH BERMAKNA'/><title type='text'>57 cents</title><content type='html'>&lt;b&gt;57 cents yang Nilainya tak ternilai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar,ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena "sudah terlalu penuh". Seorang pastur  lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis ?  "Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu" kata si gadis kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Melihat penampilan  gadis kecil itu yang acak acakan dan tidak terurus, sang  pastur segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak  disambut masuk  ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil itu  masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil. Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaan nya,sehingga pada waktu sebelum tidur di malam itu, ia sempat memikirkan anak anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan  Jesus. &lt;br /&gt;Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pastur. Sejak saat itu,si gadis kecil "berkawan" dengan sang pastur. Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggal nya didaerah kumuh,dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis di rapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah. Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 cents dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya : "Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu" Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis  kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uang nya sampai terkumpul sejumlah 57 cents untuk maksud yang sangat mulia. Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja. Namun Ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan  suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 cents, setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin  sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu. Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu (pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton ). Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan,namun perduli pada sesama yang menderita.Tanpa pamrih, tanpa pretensi. Saat ini,jika anda berada di Philadelphia,lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu ribu murid belajar. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus (yah,beratus ratus) pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah MInggu.Didalam salah satu ruangan bangunan ini,tampak terlihat foto si gadis kecil, yang  dengan tabungannya  sebesar 57 cents, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama yang telah membuat sejarah.Tampak pula berjajar rapih foto sang pastur yang baik hati yang telah mengulurkan tangan  kepada si gadis keci miskin itu, yaitu pastor DR.Russel H.Conwell penulis buku "Acres of Diamonds"---a true story.&lt;br /&gt;Kenyataan sejarah yang collosal ini bisa memberikan petunjuk kepada kita semua apa yang dapat DIA lakukan terhadap uang 57 cents.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1696112077852383592-899680985208482945?l=kristianitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristianitas.blogspot.com/feeds/899680985208482945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1696112077852383592&amp;postID=899680985208482945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/899680985208482945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1696112077852383592/posts/default/899680985208482945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristianitas.blogspot.com/2008/12/57-cents.html' title='57 cents'/><author><name>Agustinus Yongki Saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13449434513237809567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_GMcc7EzUOmU/STYLqg4BUXI/AAAAAAAAAAM/WMAfHkbNjug/S220/YK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
